Pesona Alam Desa Tutup Ngisor

Desa Tutup Ngisor tidak bisa dipisahkan dari gunung Merapi. Hamparan pemandangan dan sawah-sawah yang hijau menjadi pemandangan yang menarik di desa itu. Tutup Ngisor juga sangat terkenal dengan kesenian tarinya.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 November 2004, 07:52 WIB
Liputan6.com, Muntilan: Pesona alam yang unik dan indah dengan aneka kegiatan tradisional adalah tujuan kebanyakan para wisatawan. Salah satu objek wisata yang terkenal dengan keaslian alamnya adalah Gunung Merapi, Jawa Tengah. Merapi mempunyai ketinggian 2.968 meter dari permukaan laut dan terletak sekitar 25 kilometer dari Yogyakarta. Puncak Merapi menyajikan daya pikat pada saat matahari terbit. Namun, di lereng Merapi pun terdapat beberapa objek wisata yang tak kalah menarik. Desa Tutup Ngisor, Dukun, Kabupaten Magelang, misalnya.

Desa Tutup Ngisor berada di lereng Gunung Merapi dan terletak di bagian Timur gunung. Untuk ke daerah ini dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar satu jam dari Muntilan. Transportasi yang digunakan menuju desa itu biasanya angkutan desa. Desa Tutup Ngisor sama seperti juga desa lain pada umumnya. Namun, setelah menginjakkan kaki ke desa ini suasana terasa akan berbeda. Damai, tenang, dan penuh kebersamaan, sangat kental menyelimuti desa yang sejuk itu.

Daerah Tutup Ngisor memang tidak bisa dipisahkan dari Gunung Merapi dan Merbabu. Di sekitar desa hamparan pemandangan pasti akan tertuju pada sawah-sawah kelihatan hijau. Sungai mengalir jernih. Setelah melangkah di sekitar desa dan melewati sungai-sungai jernih serta tanaman hijau, akan terasa berada di tempat yang menyenangkan. Dengan kata lain, berada di Desa Tutup Ngisor seperti hendak menyentuh Gunung Merapi.

Sebagian masyarakat Desa Tutup Ngisor bermata pencarian sebagai petani. Kebanyakan masyarakat menanam tanaman cabai dan kembang kol. Pada tiap tiga bulan sekali para warga memanen cabai yang ditanamnya. Sedangkan untuk kembang kol dipanen tiap 50 hari sekali. Salah seorang petani Desa Tutup Ngisor mengaku senang dengan profesi yang digelutinya dan akan terus bertani untuk menghidupi keluarganya.

Selain keindahan alam yang hijau membentang, Tutup Ngisor juga terkenal dengan kesenian tarinya. Menurut sebagian masyarakat setempat tari adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Lantaran itulah, alunan gamelan dan gerakan tari sering terdengar dan terlihat di padepokan seni Cipta Budaya milik Haji Hidayat. Pendopo yang menjadi pusat seluruh kegiatan kesenian warga sekitar telah berdiri sejak 1930-an.

Seni tari Wayang Wathon adalah salah satu kreasi tari masyarakat Tutup Ngisor. Pertunjukan tari ini pun sering digelar untuk menghibur warga yang mayoritas belum mempunyai televisi. Wayang Wathon memang unik. Karena selain menggunakan wayang kulit yang tidak lengkap. Wayang Wathon adalah kemasan pertunjukan teater yang berangkat dari seni tradisi dan mengambil kisah dalam cerita pewayangan, tetapi ditaruh pada persoalan-persoalan sosial masyarakat.

Dengan sering digelarnya pertunjukan seni tari sebagian warga merasa terhibur. Warga juga bangga karena petuah leluhurnya untuk tetap melestarikan seni tari masih dijalankan. Meski demikian, banyak kalangan muda yang mulai tidak peduli dengan kebudayaan tradisional di desa itu. Mereka pun mulai jarang mengikuti latihan di Pendopo Seni Cipta Budaya. Melihat kondisi ini, entah sampai kapan tradisi dan budaya asli Desa Tutup Ingsor akan tetap bertahan.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya