Liputan6.com, Denpasar: Tim Arkeologi Universitas Udayana, Bali, baru-baru ini, menemukan ratusan benda-benda peninggalan purbakala, berupa perkakas dan sisa makanan dari manusia prasejarah. Fosil-fosil itu ditemukan di sejumlah gua di Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.
Upaya Tim Arkeologi Universitas Udayana melakukan ekskavasi dan mempelajari kondisi sejumlah gua di pulau tersebut sejak 2001 tak sia-sia. Tulang-tulang kecil dan kulit kerang membatu yang diperkirakan merupakan sisa-sisa makanan manusia pada zaman pasca-Plestosen atau zaman manusia gua. Benda-benda itu ditemukan di sejumlah gua di antaranya di Gua Gede, Song, Celeng, dan Giri Putri yang tersebar di Pulau Nusa Penida.
Di sana ditemukan pula sejumlah perkakas untuk berburu dan bercocok tanam seperti lempengan batu masif yang diasah. Mata panah serta tombak yang terbuat dari pecahan batu dan pecahan gerabah juga ditemukan.
Tim Arkeologi Universitas Udayana pernah pula menemukan lima kerangka manusia yang diperkirakan berusia 2.000 tahun di Situs Purbakala Pacung, Bali, awal September silam. Dari tes sampel Asam Deoksiribosa Nukleat (DNA) gigi, kerangka manusia ini kemungkinan adalah nenek moyang orang Bali [baca: Bali Kerangka Manusia Ribuan Tahun Ditemukan di Bali].(AIS/Aries Wicaksono)
Upaya Tim Arkeologi Universitas Udayana melakukan ekskavasi dan mempelajari kondisi sejumlah gua di pulau tersebut sejak 2001 tak sia-sia. Tulang-tulang kecil dan kulit kerang membatu yang diperkirakan merupakan sisa-sisa makanan manusia pada zaman pasca-Plestosen atau zaman manusia gua. Benda-benda itu ditemukan di sejumlah gua di antaranya di Gua Gede, Song, Celeng, dan Giri Putri yang tersebar di Pulau Nusa Penida.
Di sana ditemukan pula sejumlah perkakas untuk berburu dan bercocok tanam seperti lempengan batu masif yang diasah. Mata panah serta tombak yang terbuat dari pecahan batu dan pecahan gerabah juga ditemukan.
Tim Arkeologi Universitas Udayana pernah pula menemukan lima kerangka manusia yang diperkirakan berusia 2.000 tahun di Situs Purbakala Pacung, Bali, awal September silam. Dari tes sampel Asam Deoksiribosa Nukleat (DNA) gigi, kerangka manusia ini kemungkinan adalah nenek moyang orang Bali [baca: Bali Kerangka Manusia Ribuan Tahun Ditemukan di Bali].(AIS/Aries Wicaksono)