Liputan6.com, Ramadi: Kontak senjata antara pasukan Amerika Serikat dan kelompok gerilyawan kembali terjadi di Kota Ramadi, Irak, Ahad (31/10). Menurut dokter Salah al-Ani dari Rumah Sakit Umum Ramadi, tujuh orang tewas dan 11 luka-luka dalam insiden berdarah ini.
Suara tembakan sporadis dapat terdengar hingga balai kota setempat. Kontak senjata juga membuat situasi tidak aman. Sejumlah sekolah dan toko ditutup sejak beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, baku tembak antarkedua belah pihak juga terjadi di sana. Enam orang tewas dalam bentrokan ini. Namun, Juru Bicara Marinir AS Letnan Kolonel Lyle Gilbert mengatakan, tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut [baca: Kontak Senjata di Irak].
Kota Ramadi terletak sekitar 113 meter barat ibu kota Irak, Baghdad. Daerah ini bagian dari segi tiga Sunni, markas para gerilyawan yang menentang invasi AS ke Irak.(AWD/Dew)
Suara tembakan sporadis dapat terdengar hingga balai kota setempat. Kontak senjata juga membuat situasi tidak aman. Sejumlah sekolah dan toko ditutup sejak beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, baku tembak antarkedua belah pihak juga terjadi di sana. Enam orang tewas dalam bentrokan ini. Namun, Juru Bicara Marinir AS Letnan Kolonel Lyle Gilbert mengatakan, tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut [baca: Kontak Senjata di Irak].
Kota Ramadi terletak sekitar 113 meter barat ibu kota Irak, Baghdad. Daerah ini bagian dari segi tiga Sunni, markas para gerilyawan yang menentang invasi AS ke Irak.(AWD/Dew)