Liputan6.com, Jakarta: Habib Ali Baagil yang dituduh Presiden Abdurahman Wahid sebagai pelaku pengeboman di Gedung Bursa Efek Jakarta sekitar pukul 21.30 WIB Minggu (17/9) malam diundang Gus Dur ke Istana Negara. Habib Ali berangkat setelah dijemput Ketua Gerakan Pemuda Anshor Syaefullah Yusuf dan empat orang anggota GP Anshor. Habib Ali berangkat didampingi oleh mertuanya Habib Abdurahman Al Habsy dari kediamannya di Jalan Kramat Kwitang, Jakarta Pusat.
Pertemuan Habib ali Baagil dengan Gus Dur itu berakhir pada pukul 23.00 WIB. Namun isi pertemuan tersebut belum diketahui karena Habib Ali tidak mau berkomentar kepada wartawan. Sedangkan Habib Abdurahman Al Habsi hanya mengatakan bahwa pertemuan tersebut hanya silaturahmi biasa dan tidak membicarakan hal-hal penting
Sementara itu, hingga pukul 02.00 WIB dini hari Senin (18/9), anggota Anhsor yang dipimpin Syaefullah Yusuf masih melakukan pembicaraan serius di kediaman Habib Ali. Belum ada yang menjelaskan motif pertemuan itu. Namun, puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) tampak terus berjaga-jaga sepanjang malam di sekitar rumah Habib Ali.(HFS/Lita Hariyani dan Eko Purwanto)
Pertemuan Habib ali Baagil dengan Gus Dur itu berakhir pada pukul 23.00 WIB. Namun isi pertemuan tersebut belum diketahui karena Habib Ali tidak mau berkomentar kepada wartawan. Sedangkan Habib Abdurahman Al Habsi hanya mengatakan bahwa pertemuan tersebut hanya silaturahmi biasa dan tidak membicarakan hal-hal penting
Sementara itu, hingga pukul 02.00 WIB dini hari Senin (18/9), anggota Anhsor yang dipimpin Syaefullah Yusuf masih melakukan pembicaraan serius di kediaman Habib Ali. Belum ada yang menjelaskan motif pertemuan itu. Namun, puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) tampak terus berjaga-jaga sepanjang malam di sekitar rumah Habib Ali.(HFS/Lita Hariyani dan Eko Purwanto)