Liputan6.com, Kuta: Chusnul Chotimah, salah satu korban Bom Bali sengaja datang dari Sidoarjo, Jawa Timur, ke Kuta, Badung, Bali, Senin (11/10). Chusnul dan sejumlah korban pengeboman di Legian, Kuta, sengaja datang untuk memperingati tragedi berdarah pada 12 Oktober 2002.
Satu hari menjelang peringatan dua tahun Tragedi Bom Bali, pengamanan di kawasan Ground Zero Legian, Kuta, semakin diperketat. Sekitar 600 personel dari personel gabungan Kepolisian Daerah Bali berjaga-jaga di sepanjang jalanan di Kuta. Keluarga sekitar 124 korban Bom Bali yang berasal dari Australia direncanakan hadir di Pulau Dewata. Acara ini juga bakal dihadiri para korban bom di Hotel J.W. Marriott di Jakarta.
Chusnul hadir bersama anaknya. "Saya berharap ada perbaikan dan perhatian sedikit dari pemerintah untuk korban baik yang mati maupun cacat seumur hidup kayak saya ini," kata Chusnul. Perempuan setengah baya ini mengalami luka bakar di sekujur tubuh akibat ledakan dahsyat yang menewaskan lebih dari 180 orang itu.
Setelah renovasi kedua, Monumen Tragedi Kemanusiaan yang dibangun di Ground Zero Legian, tahun silam, tampak lebih megah dan luas. Nuansa seni Bali yang kental mendominasi dekorasi monumen yang dibangun dengan dana hampir Rp 2 miliar.
Akhir pekan silam, umat Hindu Bali di kawasan Kuta sempat menggelar upacara melaspas dan mecaru. Upacara untuk menyucikan bangunan dan areal yang digunakan untuk peresmian bangunan secara agama Hindu [baca: Melaspas, Ritual Penyucian Bangunan Umat Hindu]. Upacara yang dipimpin oleh dua pedanda--pendeta Hindu--berjalan sangat khidmat di tengah hiruk pikuk keramaian para wisatawan yang kebetulan berlibur di Kuta.(TNA/Aries Wicaksono dan Putu Setiawan)
Satu hari menjelang peringatan dua tahun Tragedi Bom Bali, pengamanan di kawasan Ground Zero Legian, Kuta, semakin diperketat. Sekitar 600 personel dari personel gabungan Kepolisian Daerah Bali berjaga-jaga di sepanjang jalanan di Kuta. Keluarga sekitar 124 korban Bom Bali yang berasal dari Australia direncanakan hadir di Pulau Dewata. Acara ini juga bakal dihadiri para korban bom di Hotel J.W. Marriott di Jakarta.
Chusnul hadir bersama anaknya. "Saya berharap ada perbaikan dan perhatian sedikit dari pemerintah untuk korban baik yang mati maupun cacat seumur hidup kayak saya ini," kata Chusnul. Perempuan setengah baya ini mengalami luka bakar di sekujur tubuh akibat ledakan dahsyat yang menewaskan lebih dari 180 orang itu.
Setelah renovasi kedua, Monumen Tragedi Kemanusiaan yang dibangun di Ground Zero Legian, tahun silam, tampak lebih megah dan luas. Nuansa seni Bali yang kental mendominasi dekorasi monumen yang dibangun dengan dana hampir Rp 2 miliar.
Akhir pekan silam, umat Hindu Bali di kawasan Kuta sempat menggelar upacara melaspas dan mecaru. Upacara untuk menyucikan bangunan dan areal yang digunakan untuk peresmian bangunan secara agama Hindu [baca: Melaspas, Ritual Penyucian Bangunan Umat Hindu]. Upacara yang dipimpin oleh dua pedanda--pendeta Hindu--berjalan sangat khidmat di tengah hiruk pikuk keramaian para wisatawan yang kebetulan berlibur di Kuta.(TNA/Aries Wicaksono dan Putu Setiawan)