Kwik: <i>The Gank of Three</i> Tak Becus

Sutjipto, Pramono, dan Gunawan sudah membuat kesalahan besar di PDIP. Mereka kerap mencari muka, menjilat, mementingkan diri sendiri dan memberi informasi salah kepada Megawati.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 September 2004, 20:32 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pertikaian di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan makin tajam. Perselisihan Kwik Kian Gie dan The Gank of Three--Sekretaris Jenderal PDIP Sutjipto, Wasekjen Pramono Anung, dan Ketua DPP PDIP Gunawan Wirosarojo--tampaknya sudah tak bisa didamaikan. Kedua kubu sama-sama mengklaim sebagai pihak yang paling benar, tanpa cacat.

Perseteruan dipicu berbagai kegagalan PDIP, baik di pemilu legislatif, pemilihan presiden putaran pertama maupun di pilpres babak kedua. Kwik menuding, PDIP boncos karena ketidakbecusan The Gank of Three. "De facto mereka punya kekuasaan, tapi tak becus," kata Kwik kepada reporter Bayu Sutiono di Studio SCTV Jakarta, Selasa (28/9) petang.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan PDIP ini, Sutjipto cs sering memberi informasi salah kepada Ketua Umum Megawati Sukarnoputri. Mereka cenderung mengekor, tak punya pendirian. Contohnya, soal target perolehan suara partai pada pemilu legislatif. Kwik mengatakan, mereka yakin meraup 30 persen suara. Namun saat ditanya dasar penghitungannya, mereka tak bisa jawab.

Kenyataannya pada pemilu legislatif PDIP memang cuma menjaring 18,53 persen suara. Sampai di situ, tambah Kwik, The Gank of Three masih tak mau mengaku salah. Bukannya introspeksi, mereka malah mencari kambing hitam. Akibatnya, kesalahan serupa terulang dalam pilpres putaran pertama dan kedua. Suara PDIP jeblok.

Karena itu, Kwik terang-terang hendak mengusir Sutjipto, Pramono, dan Gunawan dari "moncong putih". Termasuk juga yang bukan PDIP: Cornelis Lay dan Soni Keraf. Mereka sudah membuat kesalahan besar di PDIP dengan mencari muka, menjilat, mementingkan diri sendiri, tak melihat realita. "Mereka tidak mau mengakui, jika mereka gagal sampai tiga kali," terang Menteri Perencanaan dan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional ini sengit.

Kwik juga mengaku sengaja tak menghadiri Rapat Kerja Nasional ke-12 PDIP di Bali yang berakhir malam ini. Apalagi undangannya tak jelas. "Masak tak diberitahu tempatnya, inikan konyol," ungkap pria berkaca mata minus ini sambil memperlihatkan undangan rapat yang ditandatangani Sutjipto dan Gunawan [baca: Megawati Membuka Rakernas PDIP].

Lagi pula, menurut Kwik, rakernas tidak terlampau berguna. Tak membahas hal-hal yang berbobot. Lantaran itu, Kwik lebih memilih membeberkan persoalan yang menggerogoti PDIP ke media. "Rapat internal tak pernah ada gaungnya. Mereka juga tak pernah menggubris masukan yang berbobot," ungkap pria kelahiran Juwana, Jawa Tengah, 11 Januari 1935.

Tak hanya itu, Kwik juga menuduh, The Gank of Three tak punya misi dan visi jelas dalam membangun koalisi. Mereka tak paham tentang koalisi. Padahal, menurut mantan Menteri Kordinator Ekonomi dan Keuangan ini, koalisi bagai dua sisi mata uang. Satu sisi membentuk satu kerja sama yang kuat di dalam DPR. Sedangkan sisi lainnya adalah mengimplementasikan kerja sama itu. "Kalau itu tak berjalan, untuk apa?" kata Kwik.

Tapi lantaran koalisi juga diketahui dan disetujui Megawati, Kwik mengaku, menahan diri untuk tidak mengomentari lebih jauh soal koalisi yang gagal itu. Bukan karena takut, namun karena dia sungkan terhadap Megawati. Apalagi hubungan dirinya dengan Megawati sangat dekat.

Pernyataan salah satu Ketua DPP PDIP di atas menyisakan kecurigaan, jangan-jangan Kwik memang mempunyai persoalan pribadi dengan The Gank of Three. Dia membantah. Kwik mengatakan, bukan cuma dirinya yang tak suka melihat sepak terjang Sutjipto cs tetapi fungsionaris di daerah pun banyak yang membenci mereka.

Dia juga menampik, bersuara keras karena sudah diiming-imingi salah satu kursi kabinet oleh SBY-Kalla. Untuk soal satu ini, Kwik mengatakan, banyak orang yang berpikiran jongkok. "Hubungan saya dengan SBY-Kalla itu cukup dekat. Kalau saya mau jabatan menteri, saya tinggal telepon SBY," ucap Kwik seraya mengumbar tawa.(ICH)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya