Liputan6.com, Lhokseumawe: Kontak senjata antara pasukan TNI dan anggota Gerakan Aceh Merdeka kembali terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam, Sabtu (25/9). Delapan anggota GAM tewas, satu personel Marinir TNI Angkatan Laut dan seorang ibu rumah tangga terluka dalam insiden di Desa Lueng Baro, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara. Sedangkan di Desa Lhok Asan, Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Ahad kemarin, empat anggota GAM yang belum diketahui indentitasnya ditembak mati.
Insiden pada Sabtu silam melukai seorang ibu tangga bernama Nyonya Wardah. Dia terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum Lhokseumawe, NAD, akibat peluru nyasar. Ketika insiden terjadi, Wardah sedang berada dalam rumah bersama anaknya. Beruntung peluru nyasar itu tidak melukai anaknya. Hingga saat ini Wardah masih dirawat di RSU Lhokseumawe. Selain Wardah, seorang anggota Marinir juga mengalami patang tulang. Personel TNI yang belum diketahui identitasnya itu kini dirawat di RS Angkatan Darat Lhokseumawe.
Dalam kontak senjata itu pasukan TNI menembak tiga anggota GAM penduduk Tanah Pasir, NAD dan seorang bernama Anwar penduduk Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Keempat jenazah dievakuasi oleh warga sekitar dengan cara diusung dan dibawa ke Desa Lueng Bata. Dari tangan mereka, TNI menyita tiga pucuk senapan jenis AK, ratusan amunisi, dan sejumlah dokumen milik GAM.
Insiden itu menambah panjang daftar kontak berdarah antara TNI-GAM. Awal bulan ini, sebanyak 13 anggota GAM di kawasan Peureulak, Aceh Timur, juga dilaporkan tewas ditembak TNI. Dua di antara para jenazah itu adalah Panglima GAM Wilayah Peureulak Ishak Daud dan istri keduanya Cut Rostina [baca: Ishak Daud Tewas]. Sebanyak 14 anggota Batalyon Infanteri 500 Raider Komando Daerah Militer V Brawijaya yang terlibat dalam penyergapan itu memperoleh kenaikan pangkat luar biasa.(YAN/Muhammad Nasier dan Muhammadan)
Insiden pada Sabtu silam melukai seorang ibu tangga bernama Nyonya Wardah. Dia terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum Lhokseumawe, NAD, akibat peluru nyasar. Ketika insiden terjadi, Wardah sedang berada dalam rumah bersama anaknya. Beruntung peluru nyasar itu tidak melukai anaknya. Hingga saat ini Wardah masih dirawat di RSU Lhokseumawe. Selain Wardah, seorang anggota Marinir juga mengalami patang tulang. Personel TNI yang belum diketahui identitasnya itu kini dirawat di RS Angkatan Darat Lhokseumawe.
Dalam kontak senjata itu pasukan TNI menembak tiga anggota GAM penduduk Tanah Pasir, NAD dan seorang bernama Anwar penduduk Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Keempat jenazah dievakuasi oleh warga sekitar dengan cara diusung dan dibawa ke Desa Lueng Bata. Dari tangan mereka, TNI menyita tiga pucuk senapan jenis AK, ratusan amunisi, dan sejumlah dokumen milik GAM.
Insiden itu menambah panjang daftar kontak berdarah antara TNI-GAM. Awal bulan ini, sebanyak 13 anggota GAM di kawasan Peureulak, Aceh Timur, juga dilaporkan tewas ditembak TNI. Dua di antara para jenazah itu adalah Panglima GAM Wilayah Peureulak Ishak Daud dan istri keduanya Cut Rostina [baca: Ishak Daud Tewas]. Sebanyak 14 anggota Batalyon Infanteri 500 Raider Komando Daerah Militer V Brawijaya yang terlibat dalam penyergapan itu memperoleh kenaikan pangkat luar biasa.(YAN/Muhammad Nasier dan Muhammadan)