Liputan6.com, Gowa: Pelaksanaan pemilihan presiden putaran kedua di berbagai daerah, Kamis (20/9) ini, berlangsung aman dan lancar. Namun, suasana di tempat pemungutan suara (TPS) umumnya tak semeriah pilpres putaran pertama. Tengok saja suasana di TPS-TPS di Kabupaten Gowa. Hingga pukul 10.00 WITA, tempat pencoblosan masih terlihat sepi. Ini berbeda saat pilpres putaran pertama.
Untuk diketahui, Kabupaten Gowa menjadi basis pemilih pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid pada pilpres putaran pertama, Juli silam. Meski demikian, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gowa mengatakan, dari data KPU, tak ada indikasi bahwa warga di sana tak menggunakan hak pilih atau golput (golongan putih).
Di Denpasar, Bali, sebanyak 1.451 TPS yang tersebar di sana masih terletak di banjar-banjar atau kantor lurah atau desa. Para pemilih datang ke sana dengan mengenakan pakaian adat sesuai instruksi dari lurah masing-masing. Salah satu tempat pencoblosan yang cukup kuat dengan nuansa adat Bali adalah TPS di Banjar Kangin dan Banjar Belaluan Sadmerta, tempat Gubernur Bali Dewa Made Beratha menggunakan hak pilih.
Dari Yogyakarta dilaporkan, Sri Sultan Hamengku Bowono X dan keluarga menggunakan hak pilih di TPS 009 Surio Putran Dalem Joyo Kusuman Lama, Yogyakarta. Gubernur Yogyakarta yang belakangan sering bertemu dengan kedua kandidat presiden ini menyatakan tetap netral. Namun, ia berharap siapa pun presiden yang terpilih nanti bisa membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik.
Masih di Yogyakarta. Dari lima anggota keluarga bekas kandidat presiden Amien Rais yang mempunyai hak pilih, hanya dua anaknya, Ahmad Hanafi dan Hanum Salsabiela yang diketahui mencoblos di TPS 132 Dusun Gandok, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta. Di TPS 011 Blok Patuk, Kelurahan Ngampilan, Yogyakarta, suasana pencoblosan digambarkan seperti pemilihan umum di Negeri Amarta dalam cerita pewayangan.
Sementara itu di Jayapura, Papua, suasana pencoblosan pilpres putaran II terlihat kurang meriah dibanding pilpres sebelumnya. Di dua TPS di Kelurahan Imbi, Jayapura Utara, hanya 15 dari 200 pemilih terdaftar yang menggunakan hak pilih pada dua jam pertama pencoblosan.(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)
Untuk diketahui, Kabupaten Gowa menjadi basis pemilih pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid pada pilpres putaran pertama, Juli silam. Meski demikian, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gowa mengatakan, dari data KPU, tak ada indikasi bahwa warga di sana tak menggunakan hak pilih atau golput (golongan putih).
Di Denpasar, Bali, sebanyak 1.451 TPS yang tersebar di sana masih terletak di banjar-banjar atau kantor lurah atau desa. Para pemilih datang ke sana dengan mengenakan pakaian adat sesuai instruksi dari lurah masing-masing. Salah satu tempat pencoblosan yang cukup kuat dengan nuansa adat Bali adalah TPS di Banjar Kangin dan Banjar Belaluan Sadmerta, tempat Gubernur Bali Dewa Made Beratha menggunakan hak pilih.
Dari Yogyakarta dilaporkan, Sri Sultan Hamengku Bowono X dan keluarga menggunakan hak pilih di TPS 009 Surio Putran Dalem Joyo Kusuman Lama, Yogyakarta. Gubernur Yogyakarta yang belakangan sering bertemu dengan kedua kandidat presiden ini menyatakan tetap netral. Namun, ia berharap siapa pun presiden yang terpilih nanti bisa membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik.
Masih di Yogyakarta. Dari lima anggota keluarga bekas kandidat presiden Amien Rais yang mempunyai hak pilih, hanya dua anaknya, Ahmad Hanafi dan Hanum Salsabiela yang diketahui mencoblos di TPS 132 Dusun Gandok, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta. Di TPS 011 Blok Patuk, Kelurahan Ngampilan, Yogyakarta, suasana pencoblosan digambarkan seperti pemilihan umum di Negeri Amarta dalam cerita pewayangan.
Sementara itu di Jayapura, Papua, suasana pencoblosan pilpres putaran II terlihat kurang meriah dibanding pilpres sebelumnya. Di dua TPS di Kelurahan Imbi, Jayapura Utara, hanya 15 dari 200 pemilih terdaftar yang menggunakan hak pilih pada dua jam pertama pencoblosan.(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)