Liputan6.com, Palu: Sekitar 500 lembar foto calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sebuah buku berjudul Sepuluh Alasan Tidak Memilih SBY diterima Pesantren Muhamadiyah di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat silam. Barang-barang itu sejak Sabtu (18/9), berada di Kantor Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat.
Menurut Jalil, pengelola pesantren, barang-barang diantar langsung petugas pos setempat. Semula kiriman itu diperkirakan berisi buku-buku bacaan. Setelah dibuka, paket tanpa alamat pengirim ini ternyata isinya puluhan blok kartu yang pada bagian depan bergambar capres SBY dengan pakaian dinas militer.
Sedangkan pada lembar dalamnya bergambar mantan presiden Soeharto. Bersama blok kartu terdapat sebuah buku bertuliskan Jangan Terkecoh oleh Senyuman Jenderal. Barang-barang itu kemudian oleh pengelola pesantren diserahkan ke Panwaslu Sulteng. Ketua Panwaslu Sulteng Aminuddin Kasim berjanji akan mengusut kasus ini.
Kasus menjelek-jelekkan SBY lewat material yang disebar kepada warga juga terjadi di Palembang, Sumatra Selatan. Barang-barang yang menyebar di Palembang berupa tabloid, dan buku saku yang isinya memojokkan capres dari Partai Demokrat ini. Ditemukan juga fotokopi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang ditandatangani Ketua MUI Umar Shihab dan Sekretaris MUI Din Syamsuddin. Isinya menunjukkan seolah-olah MUI mengharamkan umat Islam memilih SBY [baca: Buku-Tabloid Memfitnah SBY Beredar di Palembang].(YYT/Zaenudin)
Menurut Jalil, pengelola pesantren, barang-barang diantar langsung petugas pos setempat. Semula kiriman itu diperkirakan berisi buku-buku bacaan. Setelah dibuka, paket tanpa alamat pengirim ini ternyata isinya puluhan blok kartu yang pada bagian depan bergambar capres SBY dengan pakaian dinas militer.
Sedangkan pada lembar dalamnya bergambar mantan presiden Soeharto. Bersama blok kartu terdapat sebuah buku bertuliskan Jangan Terkecoh oleh Senyuman Jenderal. Barang-barang itu kemudian oleh pengelola pesantren diserahkan ke Panwaslu Sulteng. Ketua Panwaslu Sulteng Aminuddin Kasim berjanji akan mengusut kasus ini.
Kasus menjelek-jelekkan SBY lewat material yang disebar kepada warga juga terjadi di Palembang, Sumatra Selatan. Barang-barang yang menyebar di Palembang berupa tabloid, dan buku saku yang isinya memojokkan capres dari Partai Demokrat ini. Ditemukan juga fotokopi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang ditandatangani Ketua MUI Umar Shihab dan Sekretaris MUI Din Syamsuddin. Isinya menunjukkan seolah-olah MUI mengharamkan umat Islam memilih SBY [baca: Buku-Tabloid Memfitnah SBY Beredar di Palembang].(YYT/Zaenudin)