Liputan6.com, Semarang: Sekitar 2.000 mahasiswa Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang, Jawa Tengah, turun ke jalan, Rabu (15/9). Mereka menuntut pendidikan murah. Pasalnya, dunia pendidikan selama ini dinilai hanya milik orang berduit. Sedangkan masyarakat kurang mampu tidak bisa mengenyam pendidikan yang layak, apalagi sampai perguruan tinggi.
Pengunjuk rasa berjalan kaki sejauh lebih dari dua kilometer dari kampus mereka menuju Gedung DPRD Jateng. Sepanjang perjalanan, demonstran yang mengenakan jaket almamater dikawal polisi.
Di Gedung DPRD Jateng, mereka meminta anggota Dewan yang belum genap sebulan dilantik untuk lebih memperhatikan kepentingan rakyat. Para aktivis juga menuntut direalisasikannya 20 persen dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk dunia pendidikan.(AWD/Teguh Hadi Prayitno dan Kukuh Ary Wibowo)
Pengunjuk rasa berjalan kaki sejauh lebih dari dua kilometer dari kampus mereka menuju Gedung DPRD Jateng. Sepanjang perjalanan, demonstran yang mengenakan jaket almamater dikawal polisi.
Di Gedung DPRD Jateng, mereka meminta anggota Dewan yang belum genap sebulan dilantik untuk lebih memperhatikan kepentingan rakyat. Para aktivis juga menuntut direalisasikannya 20 persen dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk dunia pendidikan.(AWD/Teguh Hadi Prayitno dan Kukuh Ary Wibowo)