Ibu dan Anak Dipisahkan Ledakan Bom

Seorang bocah berusia lima tahun yang diduga menjadi korban ledakan di Kedubes Australia, Kuningan, Jakarta Selatan, belum ditemukan. Jasad Eva, ibu korban, yang tengah bersamanya telah ditemukan tewas.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 September 2004, 00:07 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Ledakan bom di depan Gedung Kedutaan Besar Australia, Jalan H.R. Rasuna Said Kavling C15-16, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/9), sedikitnya memakan tujuh korban tewas. Salah satunya adalah Maria Eva Komala (Eva) warga Binong Permai, Tangerang, Banten. Namun, Manuella, anak Eva yang tengah bersamanya belum ditemukan pihak kepolisian hingga berita ini diturunkan [baca: Korban Tewas Ledakan Kuningan Menjadi Tujuh Orang].

Menurut keterangan keluarga Eva, ibu dan anak berumur lima tahun itu berada di Kedubes Australia untuk mengurus visa. Rencananya, Eva akan berlibur ke Negeri Kanguru bersama keluarga. Jenasah Eva saat ini berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat. Sedangkan Manuella masih dalam pencarian pihak keamanan. Jenazah Eva akan dibawa ke Tangerang dan akan dimakamkan setelah suaminya datang dari Italia.

Sementara itu, Presiden Megawati Sukarnoputri yang mempersingkat kunjungannya di Brunei Darussalam mengajak masyarakat untuk bersatu padu memerangi teroris. "Saya meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang tetapi waspada," tambah Mega. Seperti diketahui, saat berada di luar negeri, Presiden telah menyampaikan belasungkawa untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan serta mengutuk pelaku pengeboman itu [baca: Presiden Megawati Mengutuk Pengeboman di Rasuna Said].(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya