Topan Songda Menghantam Pulau Kyushu

Topan Songda di Jepang mengakibatkan 13 orang tewas dan mencederai 600 warga lainnya. Angin puting beliung juga memaksa ribuan warga mengungsi. Topan, kini, sedang bergerak dari Pulau Kyushu ke utara Jepang.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 September 2004, 14:40 WIB
Liputan6.com, Kyushu: Topan Songda menghantam sebagian besar wilayah di Pulau Kyushu, daerah paling selatan Jepang, baru-baru ini. Angin puting beliung ini mengakibatkan 13 orang tewas dan mencederai 600 warga lainnya. Topan juga memaksa ribuan warga setempat mengungsi serta memutus aliran listrik di lebih dari satu juta rumah.

Tim Search and Rescue setempat juga sedang mencari 22 warga negara Indonesia yang dilaporkan hilang [baca: Puluhan ABK Indonesia Hilang di Jepang]. Semuanya adalah awak kapal kargo Tri Ardhianto yang ketika bencana sedang berlayar di perairan Kyushu. Tim penolong menemukan sejumlah benda yang dipastikan berasal dari kapal nahas itu seperti pelampung bertuliskan Tri Ardhianto Jakarta.

Sebelumnya, tim SAR menemukan satu sekoci kosong di kawasan hilangnya kapal Tri Ardhianto. Tapi, sejauh ini, mereka belum berani mamastikan sekoci berasal dari kapal yang sama. Selain melumat kapal Tri Ardianto, topan Songda pun menenggelamkan sebuah kapal barang asal Rusia. Sebanyak 19 awak kapal itu hilang.

Badan Meteorologi dan Geofisika setempat menyebutkan, pusat topan ada di sekitar 30 kilometer timur Kota Nago atau 1.600 Km barat daya Tokyo. Dari Pulau Kyushu, kini, topan sedang bergerak ke utara Negeri Sakura dengan kecepatan 108 kilometer per jam.

Menurut keterangan pemerintah Jepang, bencana ini adalah yang terburuk sejak 32 tahun terakhir. Sebelumnya, pada 1972, topan Songda pernah melumatkan sebagian besar Kota Okinawa. Daerah wisata terkenal di Jepang itu sempat terisolasi karena semua jalur transportasi terputus.(ICH/Nlg)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya