Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui PT Pertamina berharap bisa memenangkan dua per tiga tender baru pengadaan gas alam cair (LNG) dari perusahaan gas Korea Selatan atau Korean Gas (Kogas). Tender ini untuk menggantikan pengadaan gas yang dipasok dari lapangan gas Arun, Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam, yang berakhir masa kontraknya 2007. Demikian dituturkan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (BP Migas) Rachmat Sudibyo di Jakarta, Selasa (31/8).
Sudibyo menambahkan, dari enam juta ton tender yang akan dilelang, BP Migas telah memasukkan dua penawaran, masing-masing 1,5 juta ton per tahun. Kedua kontrak tersebut nantinya akan diambil dari lapangan gas Tangguh, Papua, dan lapangan gas Bontang, Kalimantan Timur. Perlu diketahui, Pemerintah Indonesia telah menandatangani kontrak penjulan gas dengan perusahaan K Power dari Korsel, sebesar 800 ribu ton per tahun untuk masa 20 tahun yang dimulai pada 2006. Setiap tahunnya Indonesia mengekspor gas mencapai 30 juta ton per tahun dengan total penerimaan negara sebesar Rp 30 triliun.(DNP/Ali Yarman dan Dwi Firmasyah)
Sudibyo menambahkan, dari enam juta ton tender yang akan dilelang, BP Migas telah memasukkan dua penawaran, masing-masing 1,5 juta ton per tahun. Kedua kontrak tersebut nantinya akan diambil dari lapangan gas Tangguh, Papua, dan lapangan gas Bontang, Kalimantan Timur. Perlu diketahui, Pemerintah Indonesia telah menandatangani kontrak penjulan gas dengan perusahaan K Power dari Korsel, sebesar 800 ribu ton per tahun untuk masa 20 tahun yang dimulai pada 2006. Setiap tahunnya Indonesia mengekspor gas mencapai 30 juta ton per tahun dengan total penerimaan negara sebesar Rp 30 triliun.(DNP/Ali Yarman dan Dwi Firmasyah)