Kemarau, Air Sungai Mahakam Surut

Musim kemarau membuat air Sungai Mahakam surut. Kapal barang berukuran besar tak berani merapat ke dermaga di Samarinda, Kaltim, karena perairan sekitar dermaga sangat dangkal.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Agustus 2004, 09:08 WIB
Liputan6.com, Samarinda: Debit air Sungai Mahakam di Kalimantan Timur menurun menyusul hujan yang tidak turun sejak dua bulan terakhir. Kondisi ini mengganggu arus lalu lintas kapal, baik yang pergi maupun yang datang dari Samarinda. Bahkan, kapal barang berukuran besar tak berani merapat ke dermaga di Samarinda. Dari pemantauan SCTV, baru-baru ini, perairan sekitar dermaga sangat dangkal dan bisa mengganggu aktivitas menaikkan atau menurunkan barang.

Selain kemarau yang membuat air kali surut, Sungai Mahakam juga mengalami pendangkalan karena banyaknya lumpur dan sampah. Situasi ini bisa dibilang berlangsung saban kemarau. Tahun silam, air sungai yang surut meresahkan pedagang buah-buahan. Kapal mereka tak bisa melintas karena air dangkal [baca: Sungai Mahakam Menyurut, Kapal Tak Berlayar]. Sayangnya, hingga kini, pemerintah setempat belum juga mengeruk endapan.

Sedimentasi di bagian muara juga menyebabkan intrusi air laut ke arah Sungai Mahakam. Ini bisa mengancam stok air bersih bagi sebagian penduduk Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Apalagi, intrusi air laut cenderung mengarah ke bagian hulu yang membuktikan sedimentasi di bagian muara semakin parah.

Situasi Sungai Mahakam bisa bertambah buruk setiap tahun. Sebab, di bagian hulu, ada penebangan hutan besar-besaran yang bisa menimbulkan erosi dan sedimentasi dengan volume lumpur sekitar 400 ton setiap tahun yang mengalir ke arah muara. Di bagian hulu lainnya juga ada kegiatan tambang emas dan batu bara. Harian Kompas menyebutkan, sejumlah perusahaan tambang batu bara diketahui membuang limbahnya langsung ke Sungai Mahakam sehingga terjadi pencemaran dengan bahan partikel terlarut (suspended particulate matter/SPM) yang tinggi dengan konsentrasi 80 miligram per liter.(SID/Polmart Aritonang dan Victor Pardede)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya