Liputan6.com, Manado: Penggusuran lebih dari 200 rumah di Kelurahan Maasing, Manado, Sulawesi Utara, diwarnai bentrokan antara personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Manado dan warga setempat, Sabtu (7/8) pagi. Bentrok mengakibatkan delapan warga terluka dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Manado.
Bentrokan pecah saat warga berusaha menghalangi penggusuran susulan tersebut. Warga berpendapat Pemkot Manado ingkar janji. Padahal sebelumnya pemkot setempat mengatakan pembongkaran baru akan dilakukan, Senin pekan depan [baca: Penggusuran di Manado Dilanjutkan Pekan Depan].
Kamis silam, Pemkot Manado pun berhasil menggusur 130 dari sekitar 400 rumah yang ada di Kelurahan Maasing. Akibatnya sekitar 165 kepala keluarga kehilangan tempat berteduh. Untuk sementara mereka mengungsi di Gedung Sekolah Dasar Negeri Inpres 83 dan SDN Inpres 122 Manado. Warga mengatakan, akan terus tinggal di sekolah sampai mempunyai lokasi tempat tinggal baru.
Penggusuran pertama juga diwarnai ketegangan. Selain menahan empat warga yang dituduh sebagai provokator, proses penggusuran pun mengakibatkan empat warga lainnya luka-luka. Pemkot setempat mengatakan, pembebasan lahan seluas 12 hektare yang ditempati 400 kk ini dilakukan karena wilayah itu akan dijadikan jalur hijau.(ICH/Aldrin Arief)
Bentrokan pecah saat warga berusaha menghalangi penggusuran susulan tersebut. Warga berpendapat Pemkot Manado ingkar janji. Padahal sebelumnya pemkot setempat mengatakan pembongkaran baru akan dilakukan, Senin pekan depan [baca: Penggusuran di Manado Dilanjutkan Pekan Depan].
Kamis silam, Pemkot Manado pun berhasil menggusur 130 dari sekitar 400 rumah yang ada di Kelurahan Maasing. Akibatnya sekitar 165 kepala keluarga kehilangan tempat berteduh. Untuk sementara mereka mengungsi di Gedung Sekolah Dasar Negeri Inpres 83 dan SDN Inpres 122 Manado. Warga mengatakan, akan terus tinggal di sekolah sampai mempunyai lokasi tempat tinggal baru.
Penggusuran pertama juga diwarnai ketegangan. Selain menahan empat warga yang dituduh sebagai provokator, proses penggusuran pun mengakibatkan empat warga lainnya luka-luka. Pemkot setempat mengatakan, pembebasan lahan seluas 12 hektare yang ditempati 400 kk ini dilakukan karena wilayah itu akan dijadikan jalur hijau.(ICH/Aldrin Arief)