Benzema Senang dengan Gaya Melatih Ancelotti

Benzema sendiri kini sudah mengoleksi 18 gol dan 9 assists dari 34 penampilannya di semua kompetisi.

oleh ululDiterbitkan 23 Februari 2014, 15:47 WIB
Performa Real Madrid kian memukau ketika ditukangi  Carlo Ancelotti. Alhasil di La Liga, Madrid kini berada di puncak klasemen sementara dengan mengoleksi 63 poin. Los Blancos, unggul 3 poin dari Barcelona yang ada di posisi ke-2.

Salah satu pemain yang merasa senang dengan kondisi Madrid sekarang adalah bomber Karim Benzema. Penyerang timnas Prancis tersebut mengakui kalau penampilan gemilang Madrid sekarang ini tidak lepas dari polesan tangan Ancelotti.

Benzema sendiri kini sudah mengoleksi 18 gol dan 9 assists dari 34 penampilannya di semua kompetisi. Catatan yang gemilang bagi berusia 26 tahun tersebut. Oleh karenanya dalam wawancara dengan Marca, Sabtu (22/2/2014), Benzema memberikan pujian kepada Ancelotti. Berikut kutipan wawancaranya:

Madrid banyak berubah dari era Mourinho ke Ancelotti?
Di bawah Mou kami bermain lebih pada serangan balik dan solid di belakang. Sedangkan ketika diasuh Carlo, kami memiliki kontrol bola lebih banyak dan juga menguasai permainan. Tentu Anda harus menjadi manajer yang bagus untuk bisa melakukan perubahan tersebut.

Gaya permainan Carlo yang membuat permainan Anda lebih baik?
Saya rasa, lebih bagus lagi kalau kedua gaya permainan tersebut kami terapkan. Mengontrol bola dan juga serangan balik. Dan tahun ini kami bisa melakukan kedua gaya tersebut.

Ancelotti kini setenang ketika ia baru bergabung?
Carlo adalah orang yang tenang yang suka memiliki hubungan yang dekat dengan para pemainnya. Keyakinannya pada penyerang telah sangat penting bagi saya. Tetapi kami masih harus bekerja keras.

Ancelotti salah satu pelatih yang paling penting dalam karier Anda?
Banyak pelatih yang pernah saya rasakan dan kini saya bersama Ancelotti. Sejujurnya, saya suka Ancelotti melatih Madrid dengan cara dia memotivasi para pemain dan metode pelatihannya.

Anda belajar dari semua pelatih yang pernah di Madrid?
Tahun pertama (2009) adalah tahun yang sulit bagi saya dan saya tidak belajar banyak dari Pellegrini karena dia hanya satu tahun. Sedangkan Mourinho adalah pelatih hebat. Kami mendapatkan banyak dan dari Mou dengan gaya permainannya. Sementara Ancelotti merupakan gabungan dari gaya permainan keduanya. (lul)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya