Ketika Jose Mourinho Terinsipirasi Oleh Luis Enrique

Jose Mourinho mengadopsi metode Luis Enrique di PSG untuk mengatur rotasi dan menjaga kebugaran pemain Real Madrid sepanjang musim.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 07 November 2026, 22:10 WIB
Pelatih kepala Real Madrid, Jose Mourinho, duduk di bangku cadangan sebelum pertandingan sepak bola La Liga antara Real Madrid dan Villarreal di Madrid, Spanyol, Minggu (11-10-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Jose Mourinho mulai menerapkan pendekatan baru dalam mengelola skuad Real Madrid. Pelatih asal Portugal itu terinspirasi metode Luis Enrique di Paris Saint-Germain (PSG), khususnya dalam menjaga kebugaran pemain sepanjang musim.

Menurut laporan MARCA, Mourinho tidak hanya mengandalkan rotasi pemain seperti biasanya. Ia juga menyiapkan jatah istirahat individual, tambahan hari libur, serta program pemulihan khusus.

Strategi tersebut bertujuan mengurangi risiko kelelahan dan cedera akibat padatnya jadwal pertandingan. Real Madrid membutuhkan kondisi fisik terbaik karena harus bersaing di berbagai kompetisi.

Mourinho ingin memastikan para pemain kunci tetap bugar ketika memasuki fase penentuan musim. Pendekatan ini juga mempertimbangkan riwayat masalah cedera yang pernah mengganggu perjalanan Los Blancos.


Mourinho Terinspirasi Metode Luis Enrique di PSG

Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, bereaksi pada akhir pertandingan leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League antara PSG dan Chelsea di Parc des Princes, Paris, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. (Julien De Rosa/AFP)

Luis Enrique dikenal menerapkan pengelolaan beban kerja secara rutin di PSG. Ia memberikan waktu istirahat kepada pemain inti sejak paruh pertama musim agar mereka tidak mengalami kelelahan berlebihan.

Mourinho kini mencoba menerapkan filosofi serupa di Real Madrid dengan penyesuaian terhadap kebutuhan tim. Arda Guler dan Aurelien Tchouameni menjadi dua pemain pertama yang merasakan manfaat strategi tersebut saat menghadapi AEK.

Program ini tidak sebatas mengganti pemain atau mengubah susunan pemain inti. Mourinho juga memberikan waktu pemulihan tambahan agar kondisi fisik dan mental pemain tetap terjaga.

Ke depan, strategi tersebut akan diperluas kepada anggota skuad lainnya. Mourinho ingin membangun sistem rotasi yang lebih terencana tanpa mengorbankan kesiapan tim menghadapi pertandingan penting.


Real Madrid Terapkan Manajemen Beban Kerja Individual

Pemain Real Madrid, Arda Guler (tengah kanan), merayakan gol dalam pertandingan Liga Champions melawan RB Leipzig di Madrid, Spanyol, Kamis (22/10/2026). (AP Photo/Bernat Armangue)

Dalam menjalankan strategi tersebut, Mourinho bekerja sama dengan berbagai departemen di Valdebebas. Staf klub memantau kondisi pemain untuk menentukan kebutuhan latihan dan waktu istirahat masing-masing.

Setiap pemain mendapatkan penanganan berdasarkan kebutuhan individual, bukan aturan yang sama untuk seluruh skuad. Jumlah menit bermain, tuntutan fisik, dan agenda pertandingan berikutnya menjadi pertimbangan utama.

Pendekatan ini terutama penting bagi pemain yang rutin tampil di berbagai kompetisi. Mereka membutuhkan pengaturan beban kerja agar tidak mengalami penurunan performa akibat jadwal yang padat.

Melalui strategi tersebut, Real Madrid berharap para pemain kunci tetap berada dalam kondisi optimal hingga akhir musim. Mourinho ingin menghindari kelelahan berlebihan ketika tim memasuki fase krusial dalam perburuan gelar.


Klasemen La Liga 2026/2027

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya