Ryu Kintaro Tuai Kritik Usai Diduga Gunakan Video Hasil Tes Pelamar Kerja Tanpa Izin

Kontroversi menyelimuti Ryu Kintaro usai seorang pelamar kerja menuduh hasil tes editing videonya dipakai untuk publikasi tanpa kejelasan.

oleh Qorry Layla ApriantiDiterbitkan 06 November 2026, 16:08 WIB
Ryu Kintaro tuai kritik usai diduga gunakan video hasil tes pelamar kerja tanpa izin. (threads/manusia_1080p)

Liputan6.com, Jakarta - Nama seleb cilik Ryu Kintaro tengah menjadi perbincangan di media sosial setelah seorang pencari kerja mengaku hasil tes editing videonya digunakan untuk kepentingan publikasi tanpa kejelasan status lamaran maupun kompensasi.

Kisah tersebut dibagikan oleh akun Threads @manusia_1080p. Dalam unggahannya, pemilik akun menceritakan pengalaman yang ia alami saat mengikuti proses rekrutmen di kantor milik Ryu Kintaro.

Menurut pengakuannya, pihak kantor saat itu membuka lowongan untuk posisi videografer dan editor. Tertarik dengan kesempatan tersebut, ia kemudian mengajukan lamaran untuk posisi yang tersedia.

Pada 3 Juli 2026, pelamar tersebut mengaku menerima undangan untuk mengikuti tes editing video secara langsung atau on-site di kantor Ryu Kintaro.

“Perlu dicatat, saat itu saya diberikan instruksi langsung oleh editor internal mereka (yang saya beri lingkaran) untuk hanya menyunting dari menit ke-3 hingga sampai pada menit ke-11 saja,” tulisnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pengerjaan dilakukan menggunakan komputer yang telah disediakan oleh pihak kantor. Dengan demikian, berkas proyek dan hasil suntingan yang dikerjakannya tersimpan di perangkat tersebut.

Pelamar itu juga mengaku pihak Ryu Kintaro sempat mengirimkan pesan melalui DM dan mengakui bahwa dirinya memang hadir serta mengerjakan tes editing di kantor.

“Karena dikerjakan di lokasi, seluruh project file dan draf editan mutlak tertinggal di PC mereka, bukan di perangkat saya. Namun, tanpa adanya kejelasan status kerja maupun kompensasi, hasil tes tersebut justru diunggah untuk kepentingan publikasi mereka,” tambahnya.

 


Pelamar Mengaku Mendapat Ancaman dan Intimidasi

Pelamar videografer sekaligus editor di kantor milik Ryu Kintaro mengaku dapat ancaman dan intimidasi usai mengunggah curhatannya terkait video tes yang dipakai tanpa izin. (threads/manusia_1080p)

Persoalan tersebut semakin menjadi sorotan setelah pelamar yang membagikan ceritanya mengaku menerima pesan bernada intimidasi melalui DM Instagram. Pesan itu disebut datang dari akun yang tidak dikenalnya, beberapa jam sebelum Ryu Kintaro mengunggah pernyataan terkait dirinya.

“Beberapa jam sebelum Ryu Kintaro membuat postingan yang berkaitan dengan saya, saya mendapatkan pesan intimidatif oleh akun yang tidak saya kenal,” ungkapnya.

Di tengah polemik tersebut, Ryu Kintaro juga mengunggah pernyataan yang menantang pemilik akun @manusia_1080p untuk datang ke kantornya dan bertemu secara langsung guna membahas persoalan yang terjadi.

Lanjut Baca:

Namun, ajakan tersebut tidak mendapat respons positif dari pelamar. Ia mengaku memilih untuk tidak menemui Ryu Kintaro karena mempertimbangkan keselamatan dan keamanan dirinya. Alih-alih meredakan situasi, polemik tersebut justru memicu berbagai kritik dari warganet terhadap Ryu Kintaro. Sejumlah pengguna media sosial menilai persoalan penggunaan hasil tes kerja perlu diselesaikan dengan memperhatikan hak dan kejelasan bagi pihak pelamar. Pelamar tersebut juga menyatakan telah menyimpan sejumlah bukti, mulai dari catatan kehadiran, metadata, pengakuan tertulis dari pihak Ryu Kintaro, hingga pesan yang diduga berisi ancaman. Bukti-bukti tersebut disimpan untuk mendukung keterangannya terkait persoalan yang tengah ramai dibicarakan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya