Liputan6.com, Jakarta - Gabriella Ekaputri mendapat tantangan tersendiri ketika dipercaya memerankan Claudia dalam film terbaru 'Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?'. Berbeda dengan kepribadiannya di kehidupan nyata, Claudia digambarkan sebagai sosok ambisius yang rela menutup diri dari pertemanan demi mengejar target karier.
Film produksi BASE Entertainment tersebut mengangkat persaingan enam calon karyawan yang tengah menjalani masa probation. Mereka harus berjuang mendapatkan satu posisi karyawan tetap di tengah kerasnya dunia kerja, sekaligus menghadapi berbagai persoalan personal yang membuat perjalanan mereka semakin kompleks.
Advertisement
Ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (5/11), Gabriella mengungkapkan bahwa karakter Claudia memiliki pandangan tersendiri mengenai hubungan sosial di lingkungan pekerjaan. Baginya, Claudia menganggap pertemanan bisa menjadi penghalang dalam mencapai ambisi profesional yang sudah ditetapkan.
Ambisi Claudia yang Bisa Berujung Toxic
Gabriella mengaku harus mengeksplorasi karakter yang cukup jauh berbeda dari dirinya. Claudia digambarkan sebagai perempuan yang lebih memilih fokus mengejar posisi dibandingkan membangun hubungan personal dengan rekan-rekan kerjanya. Karakter tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana ambisi yang tidak terkendali dapat menciptakan persaingan tidak sehat.
"Karakter Claudia sangat bertolak belakang dengan saya di dunia nyata. Dia menutup diri dari pertemanan karena menganggap hubungan personal hanya akan mendistraksi ambisinya. Memiliki ambisi tentu tidak salah, selama kita berada di jalur kita sendiri. Namun, ketika ambisi itu berubah menjadi keinginan untuk menjatuhkan orang lain demi sebuah posisi, di situlah letak batas di mana dunia kerja berubah menjadi lingkungan yang toxic," ujar Gabriella Ekaputri.
Melalui karakter Claudia, film ini mencoba memperlihatkan sisi lain persaingan di dunia profesional. Ambisi untuk berkembang memang menjadi hal yang wajar, tetapi bukan berarti seseorang harus mengorbankan empati dan menjatuhkan orang lain demi mendapatkan posisi yang diinginkan.
Bukan Sekadar Cerita Perebutan Posisi
Produser Shanty Harmayn mengatakan film ini ingin menghadirkan perspektif yang lebih luas mengenai kehidupan pekerja. Meski dibalut cerita persaingan, setiap karakter memiliki persoalan dan perjuangan masing-masing yang membuat kisahnya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
"Meskipun di film ini digambarkan ada enam calon karyawan yang saling bersaing, kami ingin menyoroti sisi humanis dari masing-masing pekerja. Kegagalan atau penolakan di dunia kerja bukanlah akhir dari segalanya. Terkadang, rejection is redirection. Film ini adalah pesan harapan bagi siapapun yang sedang lelah berjuang di tengah beban ekonomi saat ini," ujar Shanty Harmayn.