Gabriella Ekaputri Akui Karakter Claudia di 'Lagi Probation' Bertolak Belakang dengan Dirinya

Gabriella Ekaputri mendapat tantangan memerankan Claudia di Lagi Probation, anggap pertemanan sebagai penghalang dalam mengejar ambisi karier.

oleh Febi Anindya KiranaDiterbitkan 06 November 2026, 16:05 WIB
Gabriella Ekaputri di film Lagi Probation (Matias Purwanto)

Liputan6.com, Jakarta - Gabriella Ekaputri mendapat tantangan tersendiri ketika dipercaya memerankan Claudia dalam film terbaru 'Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?'. Berbeda dengan kepribadiannya di kehidupan nyata, Claudia digambarkan sebagai sosok ambisius yang rela menutup diri dari pertemanan demi mengejar target karier.

Film produksi BASE Entertainment tersebut mengangkat persaingan enam calon karyawan yang tengah menjalani masa probation. Mereka harus berjuang mendapatkan satu posisi karyawan tetap di tengah kerasnya dunia kerja, sekaligus menghadapi berbagai persoalan personal yang membuat perjalanan mereka semakin kompleks.

Ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (5/11), Gabriella mengungkapkan bahwa karakter Claudia memiliki pandangan tersendiri mengenai hubungan sosial di lingkungan pekerjaan. Baginya, Claudia menganggap pertemanan bisa menjadi penghalang dalam mencapai ambisi profesional yang sudah ditetapkan.


Ambisi Claudia yang Bisa Berujung Toxic

Gabriella Ekaputri di film Lagi Probation (Matias Purwanto)

Gabriella mengaku harus mengeksplorasi karakter yang cukup jauh berbeda dari dirinya. Claudia digambarkan sebagai perempuan yang lebih memilih fokus mengejar posisi dibandingkan membangun hubungan personal dengan rekan-rekan kerjanya. Karakter tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana ambisi yang tidak terkendali dapat menciptakan persaingan tidak sehat.

"Karakter Claudia sangat bertolak belakang dengan saya di dunia nyata. Dia menutup diri dari pertemanan karena menganggap hubungan personal hanya akan mendistraksi ambisinya. Memiliki ambisi tentu tidak salah, selama kita berada di jalur kita sendiri. Namun, ketika ambisi itu berubah menjadi keinginan untuk menjatuhkan orang lain demi sebuah posisi, di situlah letak batas di mana dunia kerja berubah menjadi lingkungan yang toxic," ujar Gabriella Ekaputri.

Melalui karakter Claudia, film ini mencoba memperlihatkan sisi lain persaingan di dunia profesional. Ambisi untuk berkembang memang menjadi hal yang wajar, tetapi bukan berarti seseorang harus mengorbankan empati dan menjatuhkan orang lain demi mendapatkan posisi yang diinginkan.


Bukan Sekadar Cerita Perebutan Posisi

Gabriella Ekaputri di film Lagi Probation (Matias Purwanto)

Produser Shanty Harmayn mengatakan film ini ingin menghadirkan perspektif yang lebih luas mengenai kehidupan pekerja. Meski dibalut cerita persaingan, setiap karakter memiliki persoalan dan perjuangan masing-masing yang membuat kisahnya terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Meskipun di film ini digambarkan ada enam calon karyawan yang saling bersaing, kami ingin menyoroti sisi humanis dari masing-masing pekerja. Kegagalan atau penolakan di dunia kerja bukanlah akhir dari segalanya. Terkadang, rejection is redirection. Film ini adalah pesan harapan bagi siapapun yang sedang lelah berjuang di tengah beban ekonomi saat ini," ujar Shanty Harmayn.

Lanjut Baca:

Penulis buku Lagi Probation, Samuel Ray, juga berharap film tersebut bisa menjadi tontonan yang memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai dunia kerja. Terutama bagi para lulusan baru yang masih beradaptasi dengan lingkungan profesional dan belum sepenuhnya memahami hak-hak mereka sebagai pekerja. "Di dunia nyata, masa probation seringkali membingungkan. Lewat film ini, saya harap teman-teman fresh graduate lebih melek terhadap hak-hak mereka sebagai pekerja dan menghargai value diri mereka, dan tetap mengedepankan empati sebagai manusia," ungkap Samuel Ray. Film ini mengisahkan perjuangan enam calon karyawan yang bersaing mendapatkan pekerjaan tetap, sekaligus menghadapi tekanan ekonomi dan dinamika hubungan di kantor. Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya