Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan usai rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2026. IHSG hari ini kembali ke 5.000 di tengah posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di 18.063.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 2,25% menjadi 5.030,26. Indeks saham LQ45 menguat 2,48% menjadi 513,64. Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah seluruh indeks saham acuan menghijau.
Advertisement
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup melesat setelah ada rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang menguat dan berada pada 5,47% YoY pada kuartal III 2026. "Di sisi lain, harga minyak mentah terkontraksi dan emas meningkat yang diperkirakan hal ini mendorong emiten yang berkaitan dengan komoditas itu,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.
Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas, Elandry Pratama menuturkan, penguatan IHSG hari ini didorong kombinasi sentimen positif global dan domestik. Dari eksternal, meredanya ketidakpastian politik AS dan penguatan bursa global turut meningkatkan risk appetite investor terhadap emerging market.
Dari domestik, ia menuturkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih solid menjadi katalis positif. Selain itu, penguatan saham-saham kapitalisasi besar, khususnya perbankan, turut menopang kenaikan indeks.
"Meski demikian, investor tetap perlu mencermati keberlanjutan penguatan, terutama konsistensi foreign inflow dan sentimen menjelang evaluasi MSCI 11 November. Rebound hari ini positif bagi market sentimen, tetapi belum cukup untuk memastikan tren bearish telah berakhir,” kata dia kepada Liputan6.com.
Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.072,05 dan level terendah 4.995,45. Sebanyak 440 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 178 saham melemah sehingga bebani IHSG dan 99 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 1.320.779 kali dengan volume perdagangan saham 22,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.063.
Sektor Saham
Seluruh sektor saham melesat. Sektor saham basic naik 3,78%, dan catat kenaikan terbesar. Disusul sektor saham industri bertambah 2,81% dan sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 2,43%.
Lalu sektor saham energi menanjak 0,38%, sektor saham consumer siklikal mendaki 1,06%, sektor saham kesehatan menguat 1,12%, sektor saham keuangan bertambah 1,35%. Selain itu, sektor saham properti melesat 0,72%, sektor saham teknologi menguat 0,17%, sektor saham infrastruktur mendaki 0,18% dan sektor saham transportasi naik 0,05%.
Gerak Saham
Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, saham AMMN menguat 8,28% menjadi Rp 3.660 per saham. Harga saham AMMN dibuka naik 70 poin menjadi Rp 3.450 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 3.380 per saham. Harga saham AMMN berada di level tertinggi Rp 3.720 dan terendah Rp 3.450 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 14.377 kali dengan volume perdagangan saham 720.479 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 262,7 miliar.
Harga saham WIFI menguat 0,62% menjadi Rp 810 per saham. Harga saham WIFI dibuka naik 15 poin menjadi Rp 820 per saham. Saham WIFI berada di level tertinggi Rp 850 dan terendah Rp 775 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 7.087 kali dengan volume perdagangan saham 799.458 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 64,7 miliar.
Harga saham BIPI melemah 2,53% menjadi Rp 77 per saham. Harga saham BIPI dibuka naik satu poin menjadi Rp 80 per saham. Saham BIPI berada di level tertinggi Rp 83 dan terendah Rp 77 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 5.164 kali dengan volume perdagangan saham 2.716.374 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 21,6 miliar.