Kesal Dihina Anak 7 Tahun, Pria di AS Cuci Mulut Bocah dengan Sabun

Begini kronologi kekerasan yang dilakukan oleh pria tersebut kepada anak berusia 7 tahun lantaran mengucapkan kata kasar.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 06 November 2026, 20:30 WIB
Ilustrasi sabun batang (Foto: Unsplash.com/freestocks)

Liputan6.com, Washington D.C - Seorang pria asal Indiana, Amerika Serikat diduga mencoba memasukkan sebatang sabun ke dalam mulut seorang anak berusia tujuh tahun setelah anak tersebut mengucapkan kata kasar kepadanya pada akhir Agustus.

Dikutip dari People, Kamis (5/11/2026), dalam catatan pengadilan yang ditinjau oleh People, pria bernama Daniel Schergen telah didakwa atas tuduhan kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak di bawah usia 14 tahun.

Menurut sebuah pernyataan tertulis di bawah sumpah yang People tinjau, saat anak berusia 7 tahun itu sedang "nakal," Schergen diduga berusaha membersihkan mulutnya dengan sabun. Anak berusia 7 tahun itu “melawan tindakan tersebut dan akibatnya mengalami luka sayat di dahinya, kemerahan di sisi kanan wajah, dan memar di telinganya.”

Insiden yang diduga ini berlangsung pada bulan Agustus ketika Schergen berada di dalam mobil bersama kekasihnya, bocah laki-laki berusia 7 tahun, dan tiga anak lainnya.

Surat pernyataan tertulis itu menyebutkan Schergen mengatakan ia mengantar salah satu anak ke latihan sepak bola dan mereka sedang dalam perjalanan ke toko Dunkin ketika anak berumur 7 tahun itu mulai memukul salah satu anak lain tanpa alasan yang jelas.

Menurut dokumen, ketika Schergen menjulurkan tangan ke belakang untuk menghentikannya, bocah 7 tahun itu diduga memanggilnya dengan panggilan kasar.

Dalam pernyataan tertulis itu, ketika Schergen mendengar ungkapan tersebut, Schergen menghentikan mobilnya di toko Dollar General dan meminta kekasihnya untuk membeli sebatang sabun. Schergen mencoba memasukkan sabun tersebut ke dalam mulutnya secara paksa, tapi tidak sengaja mengenai dahinya saat melakukannya.

Dokumen tersebut juga menuliskan bahwa setelah anak laki-laki tersebut dilaporkan mengalami luka berdarah, kekasih Schergen memberikan pertolongan pertama untuk membersihkan luka tersebut.

Schergen dilaporkan berkata kepada polisi bahwa ia tidak tahu bagaimana anak berusia tujuh tahun itu mengalami memar di telinga kanannya dan meyakini kemerahan di sisi kanan wajah itu "berasal dari kepalanya yang ditekan ke kursi mobil," yang terbuat dari kulit.

Surat pernyataan tersebut juga mengungkapkan Schergen dilaporkan mengatakan kepada polisi bahwa anak laki-laki itu pernah diskors dari sekolah karena memukul anak-anak lain dan memiliki "sifat pemarah," yang membuatnya mencari bentuk hukuman yang berbeda.

"Konstitusi adalah dokumen yang mulai, yang menjamin dan melindungi hak-hak warga Amerika. Berdasarkan Konstitusi, Schergen dianggap tak bersalah sampai terbukti bersalah atau mengakui kesalahannya. Karena kasus ini masih dalam proses, saya tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut," kata Jaksa Penuntut LaPorte County Sean Fagan dalam sebuah pernyataan kepada People.

Catatan pengadilan menunjukkan bahwa Schergen dibebaskan dengan jaminan sebesar US$ 750 (Rp 13,5 juta). Sidang berikutnya dijadwalkan pada 6 Januari.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya