Investasi, Direktur Avian Beli 2 Juta Saham AVIA

Direktur Avia Avian (AVIA) Robert Christian kini memiliki 2,35% saham AVIA.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 05 November 2026, 16:30 WIB
Suasana warehouse PT Avia Avian Tbk (Dok: PT Avia Avian Tbk )

Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Avia Avian Tbk (AVIA) Robert Christian Tanoko menambah kepemilikan saham AVIA pada awal November 2026. Pembelian saham AVIA itu dilakukan untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (5/11/2026), Direktur Avia Avian Robert Christian Tanoko membeli saham AVIA melalui dua kali transaksi pembelian saham pada 3 November 2026. Pertama, ia membeli 1 juta saham AVIA dengan harga Rp 298 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian saham mencapai Rp 298 juta. Kedua, ia membeli 1 juta saham AVIA dengan harga Rp 296 per saham. Dengan demikian, ia membeli 2 juta saham AVIA dengan nilai pembelian saham sekitar Rp 594 juta.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian dalam keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham AVIA, Robert memiliki 1.457.224.800 saham AVIA atau setara 2,3521%. Sebelumnya, ia memiliki 1.455.224.800 saham AVIA atau setara 2,3489% saham AVIA.

Berdasarkan data RTI, harga saham AVIA ditutup naik 4,83% menjadi Rp 304 per saham. Harga saham AVIA dibuka naik empat poin menjadi Rp 294 per saham. Saham AVIA berada di level tertinggi Rp 306 dan terendah Rp 294 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.443 kali dengan volume perdagangan saham 339.293 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,2 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 2,25% menjadi 5.030,26. Indeks saham LQ45 menanjak 2,48% menjadi 513,64. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.072,05 dan terendah 4.995,45. Sebanyak 440 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 178 saham melemah dan 99 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.319.703 kali dengan volume perdagangan saham 22,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.063.

Kinerja Keuangan Kuartal III 2026

Lobby Avian Innovation Center (AIC), pusat riset, pengembangan dan inovasi yang merupakan salah satu terbesar di Indonesia milik PT Avia Avian Tbk (AVIA) (Dok: PT Avia Avian Tbk)

Sebelumnya, PT Avia Avian Tbk (AVIA) mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba pada Januari-September 2026. Hal itu dinilai didukung pertumbuhan penjualan solusi arsitektur dan di tengah harga bahan baku yang tinggi akibat konflik di Iran dan ketidakpastian global.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/10/2026), PT Avia Avian Tbk meraup penjualan bersih Rp 6,91 triliun hingga September 2026. Penjualan Perseroan naik 16,69% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,92 triliun.

Beban pokok penjualan naik 14,01% dari Rp 3,38 triliun menjadi Rp 3,85 triliun hingga September 2026. Seiring hal itu, laba bruto naik 20,26% menjadi Rp 3,05 triliun. Pada periode sama tahun lalu, laba bruto Perseroan tercatat Rp 2,54 triliun.

Beban usaha Perseroan naik menjadi Rp 1,41 triliun hingga September 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,28 triliun.

Perseroan meraup laba usaha Rp 1,64 triliun, naik 28,46% hingga kuartal III 2026. Pada periode sama tahun sebelumnya, laba usaha Perseroan tercatat Rp 1,28 triliun.

Laba periode berjalan tumbuh 16,50% menjadi Rp 1,38 triliun hingga September 2026 dari September 2025 sebesar Rp 1,18 triliun. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 16,38% menjadi Rp 1,38 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,18 trliun.

Seiring kinerja keuangan tersebut, Perseroan mencatat laba per saham dasar dan dikusi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 23,42 hingga September 2026 pada periode sama tahun lalu Rp 19,75.

 

Aset Perseroan

Kantor pusat Avian Brands (PT Avia Avian Tbk) di Sidoarjo, Jawa Timur. (istimewa/Liputan6.com)

Ekuitas naik menjadi Rp 10,07 triliun hingga 30 September 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 9,54 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 1,98 triliun hingga 30 September 2026 dari Desember 2025 Rp 1,54 triliun.

Aset Perseroan naik menjadi Rp 12,05 triliun hingga September 2026 dari Desember 2025 Rp 11,08 triliun. Perseroan mencatat kas dan setara kas Rp 3,67 triliun hingga September 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 1,65 triliun.

Presiden Direktur PT Avia Avian Tbk, Wijono Tanoko menuturkan, pihaknya terus menjalankan strategi secara konsisten untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.

"Kedekatan dengan pelanggan, ketersediaan produk, serta kemampuan menghadirkan inovasi yang relevan menjadi fokus kami dalam memperkuat posisi Avian Brands di pasar,” ujar dia.

Pada kuartal ketiga 2026, Avian Brands menambah tiga pusat distribusi milik sendiri, sehingga totalnya mencapai 150 pusat distribusi. Ekspansi ini memperkuat jangkauan Perseroan dalam melayani pelanggan di berbagai wilayah Indonesia sekaligus mendukung ketersediaan produk dan kecepatan pengiriman.

Jaringan distribusi merupakan bagian penting dari strategi Avian Brands untuk memberikan layanan yang konsisten kepada lebih dari 60.000 toko ritel di seluruh Indonesia. Seiring perluasan jaringan, Perseroan terus mengoptimalkan operasional distribusi agar mampu merespons kebutuhan pelanggan secara lebih efektif

Menjaga Momentum hingga Akhir Tahun

Memasuki kuartal terakhir 2026, Avian Brands akan terus fokus pada penguatan hubungan pelanggan, optimalisasi jaringan distribusi, serta peningkatan efisiensi operasional.Wijono menuturkan, Perseroan tetap menjalankan strategi pertumbuhan dengan disiplin untuk memperkuat kepemimpinannya di industri cat dekoratif Indonesia.

"Kepercayaan pelanggan menjadi fondasi pertumbuhan kami. Dengan terus menghadirkan produk yang relevan dan memperkuat kualitas layanan, kami optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutur dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya