Cegah Disabilitas Akibat Diabetes, Cek Kesehatan Jangan Tunggu Tua

Diabetes yang tidak terkontrol bisa berpengaruh pada penglihatan karen terjadi kerusakan pembuluh darah pada retina yang bisa berujung buta.

oleh Aditya Eka PrawiraBenedikta DesideriaDiterbitkan 05 November 2026, 14:23 WIB
Cek kadar gula darah (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Diabetes melitus yang tidak terkontrol bisa berujung pada komplikasi serius yang memicu kondisi disabilitas seperti gangguan penglihatan hingga amputasi kaki. Maka dari itu, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan sejak usia muda, bukan menunggu saat tua atau sakit.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama merusak pembuluh darah kecil. Padahal, hampir seluruh organ tubuh membutuhkan aliran darah untuk bisa bekerja.

“Kalau istilah medisnya itu kerusakan pembuluh darah-pembuluh darah kecil atau istilahnya itu ada mikrovaskular yang terganggu,” kata Nadia dalam diskusi media bersama Kalbe pada Selasa (3/11/2026).

Salah satu organ yang terdampak adalah mata. Kerusakan pembuluh darah pada retina dikenal sebagai retinopati diabetik (diabetic retinopathy) dan dapat membuat penglihatan terganggu, bahkan berujung pada kebutaan.

Selain mata, diabetes yang tidak terkontrol juga dapat merusak jaringan kaki. Kondisi ini bisa berkembang menjadi luka yang sulit sembuh, infeksi, hingga kematian jaringan. Pada kasus tertentu, amputasi diperlukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Nadia menekankan, komplikasi tersebut dapat menurunkan kualitas hidup. Karena itu, deteksi dini dan pengendalian diabetes menjadi langkah penting.

Penyakit Tidak Muncul Tiba-tiba

Nadia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak usia muda. Menurutnya, penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi tidak muncul tiba-tiba saat seseorang memasuki usia lanjut. Kebiasaan hidup yang kurang sehat dan minimnya pemantauan kesehatan sejak usia produktif dapat meningkatkan risikonya.

Ia menyoroti kebiasaan anak muda yang rajin mengikuti kegiatan olahraga seperti fun run, tetapi belum tentu rutin memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, dan profil lipid. Padahal, pemeriksaan itu penting dilakukan bahkan ketika seseorang merasa sehat dan tidak punya keluhan.

Untuk itu, Kemenkes mendorong masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular. Dengan mengetahui kondisi tubuh lebih awal, masyarakat punya peluang lebih besar mengubah pola hidup dan mendapat penanganan yang tepat sebelum diabetes berkembang menjadi komplikasi serius.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya