Liputan6.com, Jakarta - Musisi Kunto Aji dikenal sebagai salah satu figur publik yang tak ragu menyuarakan keresahan sosial melalui media sosial maupun karya musiknya. Baginya, seorang musisi memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan suara masyarakat, terutama mereka yang tidak memiliki ruang untuk mengungkapkan pendapat.
Pandangan tersebut membuat Kunto Aji merasa perlu bersikap lantang terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Ia menilai musik bukan sekadar hiburan, melainkan juga memiliki peran penting dalam mencatat perjalanan peradaban dan kebudayaan.
Advertisement
Musisi Tidak Seharusnya Hanya Diam
Saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/11), Kunto Aji menegaskan bahwa musisi seharusnya tidak hanya berdiam diri ketika melihat berbagai persoalan. Menurutnya, keresahan yang dirasakan masyarakat perlu disuarakan agar mendapat perhatian lebih luas.
"Harus. Menurut saya, musisi punya tanggung jawab. Kita sebagai orang-orang yang mewakili suara-suara di luar sana, mewakili orang-orang yang tidak bisa bersuara, kita harus mengeluarkan keresahan-keresahan itu. Jadi jangan hanya sampai di bawah saja gitu, biar suara-suara itu muncul di permukaan," ungkap Kunto Aji.
Sudah Terbiasa Terima Serangan Buzzer
Sikap kritis yang ditunjukkan Kunto Aji rupanya bukan tanpa risiko. Pelantun lagu Pilu Membiru itu mengaku sudah berkali-kali menerima serangan melalui media sosial. Berbagai pesan langsung hingga kiriman yang tidak diharapkan pernah masuk ke akun pribadinya.
Meski demikian, pengalaman tersebut tidak membuatnya gentar untuk menyampaikan pendapat. Ketika ditanya mengenai kemungkinan risiko yang harus dihadapi akibat sikap kritisnya, Kunto Aji justru menilai hal tersebut sudah menjadi konsekuensi yang harus diterima.
"Sudah harus dihadapi itu," tegasnya.
Dikirimi Makanan Tanpa Nama
Ia bahkan mengungkapkan pernah mengalami kejadian tidak biasa ketika sedang ramai membicarakan suatu isu melalui media sosial. Saat itu, tiba-tiba ada pesanan makanan dan minuman yang dikirimkan ke alamat rumahnya tanpa sepengetahuannya.
"Aneh enggak masuk akal? Dikirimin Gojek enggak dibayar kali ya. Gojek makanan banyak banget gitu tiba-tiba di alamat rumah. Pada saat lagi ramenya satu cuit yang rame gitu tiba-tiba dikirimin yang belum dip..." cerita Kunto Aji.
Ketika diminta menjelaskan jumlah biaya dari kiriman tersebut, Kunto Aji mengaku sudah tidak mengingat angka pastinya. Namun, ia memperkirakan nilainya mencapai ratusan ribu rupiah. Kejadian itu disebutnya berlangsung pada tahun ini.