PGE Mulai Jajaki Pasok Listrik Panas Bumi Buat Data Center

Pertamina Geothermal Energy (PGEO) menyatakan, panas bumi untuk menciptakan energi independen untuk mendukung data center.

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 04 November 2026, 21:45 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (PGEO) membukukan pendapatan USD 235,027 juta hingga 30 Juni 2026. Dok PGE

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE mengkaji masuk bisnis data center dengan memasok listrik dari panas bumi. Beberapa aspek menjadi bagian kajian, termasuk konsumsi listrik dan air untuk data center tersebut.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani menerangkan peluang energi panas bumi untuk memasok listrik ke pusat data. Salah satunya dengan sumber energi minim emisi karbon.

"Geothermal itu bisa menciptakan independent energy untuk support data center tanpa terkoneksi dengan sumber energi lainnya. Jadi, green energy dari geothermal. Ini yang kita sedang coba dalam bentuk pilot project yang kita lakukan ke depan," ujar Yani dalam temu media di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang bakal dijadikan salah satu proyek contoh untuk memasok listrik ke data center. Pada tahap awal, pasokan disiapkan sebesar 5 megawatt (MW), sebagai bagian dari pembuktian atau proof of concept listrik panas bumi ke data center.

"Sekarang kan pada pada heboh terkait dengan (konsumsi) air. Ini kita coba dengan pilot project untuk memperlihatkan proof of concept secara teknologi, aspek lingkungan, dan commerciality-nya," kata dia.

Sementara itu, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi mengatakan kajian juga melihat dampak pasokan listrik dari PLTP ke jaringan PLN.

"Kami juga sedang melakukan kajian. Apabila PGEO langsung memproduksikan listrik buat data center, apakah mengganggu suplai listrik kami ke PLN," ucapnya.

 

Kajian Ditarget Kelar Tahun Depan

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

Edwil menyampaikan, proses kajian masih berjalan dan diharapkan bisa selesai pada Kuartal I -2027, tahun depan. Dengan demikian, pencarian mitra untuk data center bisa dilakukan.

Masih pada konteks kajian yang dilakukan, penggunaan air juga masuk dalam salah satunya. Sederhana-nya, kata dia, jika data center berdiri di kawasan PLTP dengan udara yang cenderung sejuk, bisa saja konsumsi air untuk pendinginan data center bisa berkurang.

"Alhamdulillah untuk data center hari ini PGEO sedang berdiskusi intens dengan pemain data center player untuk menjadi off taker. Kalau data center ini kita kembangkan," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya