Emiten CLEO Raup Penjualan Rp 2,6 Triliun

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) membukukan penjualan tumbuh 25,47% dan laba naik 20,6% hingga September 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 04 November 2026, 19:09 WIB
Ilustrasi pabrik PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) (Dok: Sariguna Primatirta)

Liputan6.com, Jakarta - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mencatat pertumbuhan penjualan dan laba hingga September 2026. Kinerja tersebut masih didukung dari segmen botol yang menjadi penopang utama.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/11/2026), PT Sariguna Primatirta Tbk meraup penjualan bersih Rp 2,62 triliun hingga September 2026. Penjualan Perseroan naik 25,47% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,09 triliun.

"Segmen botol masih menjadi penyokong utama penjualan Perseroan, dengan kontribusi mencapai 56,9% dari total penjualan,” ujar CEO CLEO, Melisa Patricia.

Mengutip keterangan resmi Perseroan, pada periode ini, seluruh segmen mengalami pertumbuhan signifikan. Penjualan segmen botol naik 29,7% menjadi Rp 1,5 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun penjualan dari segmen nonbotol sebesar Rp 1,1 triliun, naik 22,9% Year On Year (YoY).

Perseroan mencatat kenaikan pendapatan diikuti optimalisasi efisiensi operasional.

Beban pokok penjualan bertambah naik 35,35% menjadi Rp 1,21 triliun hingga September 2026 dari September 2025 sebesar Rp 896,48 miliar.

Seiring hal itu, laba bruto bertambah 18,07% dari Rp 1,19 triliun menjadi Rp 1,41 triliun.

Beban penjualan naik menjadi Rp 759,84 miliar hingga September 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 662,46 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 131,64 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 105,43 miliar. Beban keuangan naik naik menjadi Rp 22,16 miliar hingga September 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 22,06 miiar. Lain-lain naik menjadi Rp 17,14 miliar hingga September 2026 dari September 2025 sebesar Rp 13,92 miliar.

Perseroan mencatat laba periode berjalan naik 23,64% menjadi Rp 377,10 miliar hingga September 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 304,98 miliar.

Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan naik 20,6% menjadi Rp 367,97 miliar hingga September 2026 dari periode sama tahun lalu Rp 305,12 miliar. Perseroan membukukan laba per saham dasar naik menjadi Rp 15,33 hingga September 2026 dari periode sama tahun lalu Rp 12,71.

 

Aset CLEO

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) merilis kinerja keuangan pada kuartal I 2022 yang catat pertumbuhan laba dan pendapatan (Dok: PT Sariguna Primatirta Tbk)

Ekuitas Perseroan naik menjadi Rp 2,62 triliun hingga September 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 2,31 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 979,87 miliar hingga September 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 706,66 miliar. Aset Perseroan naik menjadi Rp 3,60 triliun hingga September 2026 dari Desember 2025 Rp 3,01 triliun.

Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 37,43 miliar hingga September 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 32,31 miliar.

Selain itu, Perseroan juga mencatat jaringan 33 pabrik yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia, serta 500 simpul jaringan distribusi internal dan lebih dari 12.000 partner distribusi.

Sejalan dengan pertumbuhan kinerja yang terus berlanjut tersebut, semakin kuat keyakinan CLEO untuk bisa mencapai hasil kinerja dobel digit pada 2026. Perseroan memperkirakan dua pabrik baru di Pekanbaru dan Pontianak mulai beroperasi pada akhir tahun ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya