Liputan6.com, Jakarta - Masalah politik dan hukum yang melibatkan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo berpotensi menambah tekanan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Menurut Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, kondisi ini perlu dicermati oleh para investor lantaran pasar saham Indonesia masih sangat sensitif terhadap perkembangan sentimen domestik maupun global.
Advertisement
"Isu politik dan hukum yang melibatkan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo berpotensi menambah tekanan terhadap IHSG, terutama karena kondisi pasar saat ini masih sensitif terhadap berbagai sentimen domestik maupun global," ujar Elandry kepada Liputan6.com, Rabu (4/11/2026).
Elandry menyebutkan bahwa perkembangan isu tersebut dapat memengaruhi sentimen para pelaku pasar, terutama apabila memicu ketidakpastian terkait stabilitas politik, arah kebijakan, hingga kepastian hukum di Indonesia.
Ia menambahkan, besarnya dampak isu politik dan hukum terhadap pasar saham akan sangat bergantung pada dinamika perkembangan kasus tersebut serta respons dari institusi terkait.
"Namun, dampaknya terhadap indeks akan sangat bergantung pada sejauh mana isu tersebut berkembang dan apakah berpotensi memengaruhi stabilitas kebijakan serta kepastian hukum," tuturnya.
Untuk saat ini, Elandry menilai isu tersebut lebih tepat dipandang sebagai tambahan premi risiko politik (political risk premium), bukan faktor fundamental yang secara langsung mengubah kinerja operasional emiten.
Kepastian Hukum Jadi Perhatian Utama Investor
Lebih lanjut, Elandry menjelaskan bahwa kepastian hukum dan stabilitas politik merupakan faktor vital yang selalu diperhatikan investor dalam menentukan keputusan investasinya. Apabila perkembangan isu ini meningkatkan ketidakpastian serta memunculkan persepsi risiko institusional, tekanan terhadap pasar saham berpotensi berlanjut.
"Investor asing umumnya memperhatikan kepastian hukum, stabilitas politik, serta konsistensi kebijakan dalam menentukan alokasi investasinya," kata Elandry.
Jika ketidakpastian terus meningkat dan memicu persepsi risiko institusional, bukan tidak mungkin terjadi aksi jual lanjutan (sell-off) atau penundaan aliran modal masuk (capital inflow). Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu membedakan antara reaksi emosional jangka pendek akibat sentimen dan perubahan persepsi investasi untuk jangka panjang.