Manchester United dan Kebiasaannya Mempersulit Diri Sendiri

Manchester United menang 3-2 atas AS Roma di Liga Champions, tetapi kembali menunjukkan kebiasaan mempersulit diri sendiri.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 04 November 2026, 08:53 WIB
Pelatih Manchester United Michael Carrick (kanan) bereaksi dalam laga Liga Champions antara Manchester United vs AS Roma di Manchester, Inggris, Selasa, 3 November 2026. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United akhirnya mengakhiri rentetan sembilan pertandingan tanpa kemenangan. Bermain di Old Trafford, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB, Setan Merah menaklukkan AS Roma dengan skor dramatis 3-2 pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026-2027.

Namun, kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Manchester United justru harus bekerja keras setelah tertinggal dua gol lebih dahulu akibat kesalahan sendiri. Situasi ini kembali memperlihatkan kebiasaan mereka mempersulit pertandingan yang sebenarnya bisa dikendalikan.

Dua gol Matias Soule dan Donyell Malen sempat membuat publik Old Trafford terdiam. Beruntung, Bruno Fernandes dan Matheus Cunha tampil sebagai penyelamat lewat tiga gol balasan yang memastikan tuan rumah mengamankan kemenangan.


Dua Gol Cepat AS Roma Bikin Manchester United Tertekan

Pemain AS Roma Matias Soule melakukan percobaan mencetak gol dalam laga Liga Champions antara Manchester United vs AS Roma di Manchester, Inggris, Selasa, 3 November 2026. (AP Photo/Jon Super)

Manchester United mengawali pertandingan dengan situasi yang jauh dari harapan. Baru 11 menit berjalan, Matias Soule membawa AS Roma unggul 1-0 setelah memanfaatkan kelengahan pertahanan tuan rumah.

Enam menit berselang, keadaan semakin buruk. Donyell Malen sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-17 untuk menggandakan keunggulan tim tamu menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol di kandang sendiri membuat Manchester United harus mengubah pendekatan permainan. AS Roma pun semakin percaya diri setelah mendapatkan keuntungan dari dua situasi tersebut.

Pelatih Michael Carrick mengakui timnya memberikan kesempatan kepada lawan untuk mencetak gol. "Kami cenderung melakukan segala sesuatu dengan cara yang sulit di sini. Kami tahu pertandingan ini akan menantang dan kami benar-benar menghadiahkan mereka beberapa gol," ujar Carrick kepada beIN SPORTS.


Bruno Fernandes dan Matheus Cunha Jadi Penyelamat

Pemain Manchester United Matheus Cunha mencetak gol ketiga timnya dalam laga Liga Champions antara Manchester United vs AS Roma di Manchester, Inggris, Selasa, 3 November 2026. (AP Photo/Jon Super)

Carrick melakukan sejumlah perubahan saat jeda pertandingan. Ia meminta anak asuhnya bermain lebih positif dan tetap percaya bahwa kebangkitan masih memungkinkan.

Manchester United akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-58 melalui penalti Bruno Fernandes. Eksekusi tersebut menjadi momen penting, terutama setelah sang kapten harus menghadapi situasi sulit karena tendangan penaltinya perlu diulang.

Carrick memberikan apresiasi khusus kepada Fernandes atas keberaniannya mengambil tanggung jawab. Menurutnya, tidak semua pemain mampu menghadapi tekanan dalam situasi seperti itu.

Momentum kemudian sepenuhnya berpihak kepada tuan rumah pada 10 menit terakhir. Matheus Cunha mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-83 sebelum kembali membobol gawang AS Roma tiga menit berselang.

Lanjut Baca:

Dua gol tersebut mengubah keadaan sekaligus memastikan Manchester United berbalik unggul 3-2. Old Trafford yang sebelumnya sempat terdiam kembali bergemuruh menyambut kebangkitan tim kesayangan mereka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya