Heboh Perempuan di Kudus Hilang Jelang Pernikahan

Penghulu dan rombongan besan sudah datang, namun keberadaan calon mempelai perempuan tidak diketahui.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 04 November 2026, 06:06 WIB
Calon pengantin perempuan di Kudus hilang jelang akad nikah

Liputan6.com, Jakarta - Tenda pernikahan sudah berdiri pun penghulu telah tiba di sebuah rumah di Kabupaten Kudus Jawa Tengah. Bahkan rombongan calon mempelai pria datang membawa seserahan hingga sepeda motor baru.

Namun, momen sakral yang seharusnya menjadi hari bahagia sebuah keluarga di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, justru berakhir dengan rasa malu dan kekecewaan.

Calon pengantin perempuan berinisial DNL (26) menghilang tanpa kabar menjelang akad nikah. Perempuan warga Desa Jepang itu tak diketahui keberadaannya sejak berpamitan kepada orang tuanya, Sabtu (31/10/2026).

Hingga Senin (2/11/2026) pagi, saat ijab kabul dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 WIB, DNL pun tak kunjung pulang. Akibatnya, prosesi pernikahan dengan calon suaminya, DL, warga Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, terpaksa ditunda.

Padahal, kedua keluarga telah menyelesaikan berbagai persiapan untuk menggelar pernikahan tersebut. Kabar hilangnya calon pengantin putri hingga prosesi ijab kabul ditunda, dibenarkan pihak Pemerintah Desa Jepang.

Kasi Pelayanan Tata Usaha Pemdes Jepang, Hamdan, menyebut bahwa seluruh proses administrasi pernikahan kedua calon mempelai sebelumnya berjalan lancar.

"Dokumen persyaratan (administrasi pernikahan) telah diproses pemerintah desa dan Kantor Urusan Agama (KUA) tanpa kendala," ujar Hamdan saat ditemui Liputan6.com, Selasa (3/11/2026).

Menurut keterangan pihak keluarga calon pengantin perempuan, lanjut Hamdan, hubungan DNL dan calon suaminya selama ini juga berjalan baik. Keduanya diketahui menjalin hubungan atas dasar suka sama suka.

"Tidak ada persoalan ataupun perubahan sikap yang mencurigakan sebelum peristiwa tersebut terjadi (hilangnya pengantin perempuan, " tukas Hamdan yang juga bertugas sebagai Modin Desa Jepang.

 

Pernikahan warga Kudus tertunda karena calon pengantin perempuan menghilang

Berpamitan Interview Kerja

Hilangnya DNL bermula pada Sabtu pagi. Saat itu, dia menemani kedua orang tuanya berziarah ke makam leluhur. Mereka tiba kembali di rumah sekitar pukul 09.30 hingga 10.00 WIB.

Setelah berganti pakaian, DNL berpamitan kepada orang tuanya. Dia mengaku hendak mengikuti wawancara kerja atau interview di sebuah perusahaan rokok di wilayah Kecamatan Gebog Kudus.

Namun hingga malam hari, DNL tak kunjung kembali. Keluarga yang mulai diliputi kecemasan, berusaha mencari keberadaannya dengan meminta bantuan tetangga sekitar.

Pencarian terus dilakukan hingga hari pernikahan tiba. Keluarga bahkan meminta bantuan Polres Kudus untuk menelusuri keberadaan calon pengantin perempuan tersebut.

Sementara itu, pada Senin pagi, rombongan keluarga calon mempelai pria dari Desa Bulungcangkring tetap mendatangi rumah calon pengantin perempuan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Mereka datang dengan membawa berbagai perlengkapan pernikahan, mulai dari dekorasi, pembawa acara atau MC, perangkat tata suara, hingga seserahan dan hantaran.

Salah satu barang yang turut dibawa adalah sepeda motor baru sebagai bagian dari hantaran pernikahan. Bahkan, pelat nomor kendaraan tersebut masih memperlihatkan tulisan nama kedua calon mempelai.

Namun, semua persiapan itu tak berujung pada prosesi ijab kabul. Calon pengantin perempuan yang seharusnya menjadi pusat perhatian, justru tidak diketahui keberadaannya.

Penghulu dari KUA Mejobo yang telah datang ke lokasi pun tidak dapat melaksanakan akad nikah. Sebab salah satu calon mempelai tidak hadir.

Ratusan tamu undangan dari pihak keluarga calon mempelai perempuan pun telah hadir. Para tamu pun sempat penasaran, sebab sound sistem musik yang biasanya mengiringi pesta hajatan tidak dibunyikan

"Sejak awal saya penasaran, kok tidak ada suara musik dari sound sistem. Usut punya usut, ternyata memang sengaja tidak dibunyikan atas permintaan tuan rumah pemilik hajatan," ujar Eko salah satu tamu undangan yang hadir.

Karena penasaran, Eko pun sempat menanyakan kepada operator sound sistem yang berada di lokasi hajatan. Usut punya usut, ternyata pihak tuan rumah sengaja tidak menyetel musik.

"Iseng iseng saya menanyakan kepada operator sound sistem, katanya musik sengaja tidak distel karena calon pengantin perempuan menghilang jelang akad nikah," tukas Eko yang juga karyawan Pura Group Kudus ini.

 

KUA Beri Tenggat Satu Bulan

Pihak keluarga mengaku belum mengetahui alasan DNL meninggalkan rumah, hingga tidak kembali menjelang hari pernikahannya. Selama ini, perempuan tersebut lebih banyak beraktivitas di rumah dan belum bekerja.

Pemerintah Desa Jepang juga menyarankan keluarga segera menempuh langkah pelaporan resmi kepada kepolisian. Tujuannya agar pencarian dan penelusuran keberadaan DNL dapat dilakukan lebih lanjut.

Sementara itu, pihak KUA Mejobo meminta kedua keluarga menjadwalkan ulang akad nikah, setelah calon pengantin perempuan ditemukan.

"KUA memberikan tenggat waktu hingga satu bulan ke depan apabila DNL berhasil ditemukan dan calon pengantin pria masih bersedia melanjutkan pernikahan," ungkap Hamdan.

Hingga kini, keberadaan DNL masih menjadi tanda tanya. Kedua keluarga pun harus menunda rencana pernikahan yang telah dipersiapkan, sembari menunggu kabar mengenai keberadaan calon mempelai perempuan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya