Boga Group Akuisisi Sukiyaki Rin, Bidik Ekspansi ke Sejumlah Kota Besar

Kondisi ekonomi dalam situasi menantang bagi industri makanan dan minuman. Namun industri ini diyakini masih tetap bisa berkembang.

oleh NurmayantiDiterbitkan 03 November 2026, 18:45 WIB
Boga Group memperkuat portofolio bisnis kuliner dengan mengakuisisi merek restoran Jepang Sukiyaki Rin.

Liputan6.com, Jakarta - Boga Group memperkuat portofolio bisnis kuliner dengan mengakuisisi merek restoran Jepang Sukiyaki Rin. Ke depan, perusahaan berencana mengembangkan beberapa gerai Sukiyaki Rin di berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya usai proses konsolidasi selesai. 

Presiden Direktur Boga Group Kusnadi Rahardja menyampaikan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pertumbuhan Boga Group setelah 24 tahun berkiprah di industri Food & Beverages (F&B).

"Visi kami adalah membangun jaringan restoran yang kuat dengan menghadirkan pengalaman kuliner yang inspiratif dan memperkaya ragam pilihan bersantap bagi masyarakat. Untuk mewujudkannya kami mengembangkan portofolio melalui kolaborasi dengan berbagai pelaku industri F&B baik Indonesia maupun internasional," ujar Kusnandi di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Dalam perjalanannya, Boga Group mengembangkan bisnis melalui berbagai strategi, mulai dari mengoperasikan merek restoran internasional, membangun konsep restoran lokal secara mandiri, hingga memperluas portofolio melalui akuisisi merek yang memiliki potensi pertumbuhan.

Ia menjelaskan bahwa setiap merek memiliki karakteristik dan segmen pasar yang berbeda dalam portofolio perusahaan. Akuisisi Sukiyaki Rin menjadi bagian dari strategi ekspansi Boga Group untuk memperluas bisnis sekaligus membuka peluang pertumbuhan melalui konsep restoran yang memiliki keunikan tersendiri.

Saat ini, Boga Group memiliki jaringan operasional yang tersebar di sekitar 29 kota di Indonesia. Jaringan tersebut menjadi modal perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar dan mengembangkan merek-merek restoran yang dikelolanya.

 

Tetap Tumbuh

 

Kusnadi mengakui jika saat ini kondisi ekonomi dalam situasi menantang bagi industri makanan dan minuman. Namun industri ini diyakini masih tetap bisa berkembang.

Hal tersebut terlihat dari munculnya beragam restoran baru di sejumlah kawasan. Kehadiran pemain baru tersebut menunjukkan bahwa pasar kuliner Indonesia masih menawarkan ruang bagi pengembangan konsep bisnis yang berbeda.

"Setiap minggu atau setiap dua minggu pasti ada sesuatu yang baru. Ada yang muncul lagi. Jadi, daya beli memang menjadi concern, tetapi tidak menghambat perkembangan industri F&B sendiri," kata Kusnadi.

Dari sini, perusahaan melihat peluang pertumbuhan industri kuliner di Indonesia masih terbuka. Pengembangan konsep restoran, peningkatan kualitas produk, serta perluasan jaringan merek menjadi sejumlah strategi yang ditempuh BOGA untuk mengembangkan bisnis di tengah dinamika industri dan kondisi ekonomi.  

 

 

Presiden Direktur Boga Group Kusnadi Rahardja dan Founding Partner & COO F Ventures, Michael Wirawan. Foto: Nurmayanti

Founding Partner & COO F Ventures, Michael Wirawan, yang mendirikan Sukiyaki Rin, menyampaikan keyakinan bahwa bergabungnya brand tersebut dengan Boga Group akan membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas.

Sukiyaki Rin dikenal sebagai restoran Jepang premium yang mengkhususkan diri pada Kansai-style dry sukiyaki, dengan konsep yang diadaptasi dari Jepang.

“Boga Group membuktikan eksistensinya selama 24 tahun dengan mengoperasikan hampir 300 gerai restoran diberbagai kota di Indonesia. Kami bangga Sukiyaki Rin dipilih menjadi bagian dari portofolio Boga Group. Dengan pengalaman, jaringan, dan kapabilitas operasional yang dimiliki Boga Group, kami yakin Sukiyaki Rin dapat berkembang lebih cepat dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Michael.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya