Aviwkila Pamit Mundur Usai Rillis Lagu "Dipaksa Sehat Di Negara Yang Sakit"

Aviwkila, duo musik Uki dan Thana, memutuskan pamit sementara dari media sosial setelah merilis lagu "Dipaksa Sehat Di Negara Yang Sakit".

oleh Fatimah AzzahraDiterbitkan 03 November 2026, 13:08 WIB
Aviwkila merupakan duo yang beranggotakan Thana Ajeng Purishita dan Uki Diqie Sulaiman (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Duo Musik Aviwkila yang terdiri dari Uki dan Thana memutuskan untuk pamit sementara dari media sosial. Keptusan itu mereka sampaikan setelah merillis lagu yang berjudul "Dipaksa Sehat Di Negara Yang Sakit" pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Lagu tersebut menjadi wadah bagi keduanya untuk menyuarakan keresahan terhadap kondisi tanah air.

Melalui pernyataan yang diunggah di laman instagram dan Threads pada Seni (2/11/2026), Aviwkila mengungkapkan bahwa keputusan untuk menepi tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai hal, termasuk keselamatan dan ketenangan keluarga, serta juga fokus untuk mempersiapkan karya lainnya.

"Untuk saat ini, kami pribadi memilih untuk mengambil jarak sebentar, memprioritaskan ketenangan, keamanan keluarga dan fokus mempersiapkan karya kami yang lainnya. Sebelum kembali bersuara semampunya," tulis mereka dalam keterangan akun instagram.

Meski memilih mundur sejenak dari hiruk-pikuk media sosial, Aviwkila menegaskan bahwa lagu "Dipaksa Sehat Di Negara Yang Sakit" tetap tersedia di platform digital dan dapat digunakan untuk menyuarakan keresahan masyarakat.


Aviwkila Beberkan Alasan Pamit Sementara

Aviwkila beberkan alasan untuk mundur sejenak dari media sosial, mengutamanakan keselamatan dan ketenangan keluarga serta mempersiapkan karya baru (Instagram.com/aviwkila)

Dalam unggahan akun instagram mereka, Aviwkila membeberkan alasan mundur sejenak dari media sosial. Keputusan yang mereka ambil telah melalui pertimbangan berbagai hal.

"Teman-teman. Setelah  mempertimbangkan semuanya dengan matang, kami, Uki dan Thana, memutuskan untuk undur diri terlebih dahuru dari segala keributan yang sedang berlangsung." tulis Aviwkila dalam unggahan instagram.

Aviwkila menegaskan bahwa keputusan untuk mundur sejenak bukan berarti mereka kehilangan kepedulian atau mengubah prinsip yang selama ini diyakini. Namun, Uki dan Thana menyadari adanya risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil langkah lebih jauh.

"Bukan karena kami tidak lagi peduli. Bukan pula karna kami mengubah apa yang kami yakini. Namun, kami menyadari ada risiko yang perlu kami pertimbangkan lebih jauh," lanjut Aviwkila.

Selain itu, Aviwkila juga mempertimbangkan tanggung jawab mereka sebagai orang tua dari tiga anak yang masih kecil. Bagi Uki dan Thana, keselamatan serta ketenangan keluarga menjadi salah satu alasan penting di balik keputusan untuk mundur sejenak.

 


Aviwkila Tegaskan Suara Mereka Berangkat dari Kepedulian, Bukan Kebencian

Meski Aviwkila pamit untuk sementara, lagu "Dipaksa Sehat Di Negara Yang Sakit" tetap bisa didengar di berbagai platfrom media sosial (Instagram.com/aviwkila)

Aviwkila juga mengungkapkan bahwa sejumlah konten yang mereka unggah terkait lagu tersebut mendapat laporan, dihapus, hingga dinilai melanggar kebijakan platform. Kondisi ini menjadi salah satu hal yang mereka pertimbangkan hingga akhirnya memutuskan untuk menghentikan aktivitas promosi lagu tersebut.

Lanjut Baca:

"Terelbih beberapa konten yang kami unggah telah mendapatkan laporan, mengalami penghapusan, hingga terkena pelanggaran kebijakan platfrom. setelah mempertimbangkan berbagai hal, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan aktivitas promisi lagu ini." terang Aviwkila. Meski demikina, Aviwkila menjelaskan bahwa lagu "Dipaksa Sehat Di Negara Yang Sakit" tetap akan ada di berbagai platfrom digital dan media sosial. "Teman-teman tetap bisa mendengarkan dan menggunakan audio ini untuk menyuarakan apa yang ingin kalian perjuangkan. Kami serahkan karya ini kepada teman-teman semua." kata mereka. Mengakhiri keterangannya, Uki dan Thana menegaskan bahwa suara yang selama ini mereka sampaikan bukan berangkat dari kebencian, melainkan bentuk kepedulian terhadap kondisi yang mereka soroti. "Kami bersuara bukan karna membenci, tetapi karena peduli. Terimakasih sudah mendengarkan dan berjalan bersama kami. Kami pamit untuk sementara. Sampai bertemu di karya-karya kami berikutnya." tutup Aviwkila.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya