Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Selasa, (3/11/2026). Pergerakan bursa saham Asia yang bervariasi itu seiring tren penurunan sektor saham teknologi melemah di wall street.
Mengutip CNBC, Selasa pekan ini, indeks Kospi di Korea Selatan merosot 3,28% pada awal sesi perdagangan. Saham Samsung Electronics turun 4,37%. Indeks ASX 200 di Australia di zona positif dengan kenaikan 0,225.
Advertisement
Kontrak berjangka indeks Hang Seng di Hong Kong berada di level 23.535 dibandingkan penutupan terakhir indeks tersebut di 23.393. Di sisi lain, bursa saham Jepang libur nasional.
Dalam sesi perdagangan reguler di bursa saham Amerika Serikat atau wall street, indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 1,07%, sementara indeks S&P 500 melemah 0,51% seiring dengan berlanjutnya aksi investor mengalihkan portofolio mereka keluar dari saham-saham teknologi. Indeks Dow naik sekitar 214 poin, atau 0,41%.
Saham Marvell Technology turun sekitar 12%, sementara saham Lumentum anjlok 18% setelah Marvell mengumumkan rencana akuisisi terhadap Lumentum dalam kesepakatan senilai US$ 115 miliar. Saham Oracle juga turun 8% setelah perusahaan tersebut menyatakan rencana untuk menjual saham biasa senilai US$ 10 miliar dan obligasi senilai US$ 10 miliar guna mendanai pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Menjelang Selasa, para investor mengalihkan perhatian mereka pada pemilihan umum paruh waktu (midterm elections). Di pasar prediksi, para pelaku pasar memperkirakan peluang hampir 75% bagi Partai Demokrat untuk menguasai Senat. Menurut JPMorgan, jika Partai Demokrat berhasil menguasai baik DPR maupun Senat, hal ini dapat memicu aksi jual pada saham-saham sektor kecerdasan buatan.
Prediksi Usai Pemilu Sela AS
Meskipun Presiden Donald Trump masih menjabat di Gedung Putih, kemenangan Partai Demokrat, baik di DPR maupun Senat, dapat memengaruhi jalannya penyelidikan dan pengawasan di Washington aspek yang krusial bagi industri seperti pertahanan, kecerdasan buatan, dan layanan kesehatan.
Menurut Analis Carson Group, Ryan Detrick, pasar mungkin akan kembali tenang setelah pemilihan umum usai. "Ada rasa cemas menjelang pemilihan umum ini," ujar dia.
“Begitu fase tersebut berlalu, akan muncul kelegaan yang besar dan pasar cenderung menunjukkan kinerja yang cukup baik,” ia menambahkan.
Namun, kemenangan mutlak oleh salah satu partai dapat mengguncang pasar saham. “Jika terjadi ‘gelombang merah’ (dominasi Partai Republik) atau ‘gelombang biru’ (dominasi Partai Demokrat) yang sangat besar, pasar justru kurang menyukainya karena hal itu mencerminkan pengeluaran yang terlalu condong ke satu sisi serta konsentrasi kekuasaan yang berlebihan,” ujar Detrick.
Pada Selasa akan menjadi hari yang sibuk bagi para investor, dengan banyaknya laporan laba perusahaan yang akan dirilis. Pfizer, Shopify, Eaton, dan Marathon Petroleum dijadwalkan untuk mengumumkan kinerja mereka sebelum pembukaan pasar, disusul oleh Advanced Micro Devices dan Super Micro Computer pada sore harinya.
Di sektor ekonomi, para pelaku pasar menantikan rilis data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) untuk September, serta data pesanan pabrik (factory orders).