BEI Luncurkan IDX Commodity 20, Ini Saham yang Menarik Dicermati

Analis menilai, kehadiran IDX Commodity 20 mempunyai potensi daya tarik.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 03 November 2026, 08:25 WIB
Ilustrasi IHSG (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks saham baru bertajuk IDX Commodity 20 pada Jumat, 30 Oktober 2026. Indeks ini menjadi salah satu instrumen yang dapat dicermati investor untuk melihat pergerakan saham-saham yang memiliki eksposur terhadap sektor komoditas.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai kehadiran IDX Commodity 20 memiliki potensi daya tarik yang cukup besar. Hal ini didukung oleh banyaknya emiten di pasar modal Indonesia yang memiliki keterkaitan dengan komoditas strategis.

"Saya melihat potensi daya tariknya cukup besar karena Indonesia memiliki banyak emiten dengan eksposur terhadap komoditas strategis, mulai dari batu bara, nikel, emas hingga tembaga," kata Elandry kepada Liputan6.com, Selasa (3/11/2026).

Indonesia memiliki sejumlah perusahaan tercatat yang bergerak di sektor batu bara, nikel, emas hingga tembaga. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik bagi investor yang ingin mencermati saham-saham berbasis komoditas melalui suatu indeks. Sejumlah saham yang menarik untuk dicermati antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Selain itu, investor juga dapat memperhatikan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), serta PT Timah Tbk (TINS). Elandry menambahkan, emiten yang memiliki eksposur terhadap industri hilir komoditas, seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), juga dapat menjadi perhatian investor.

"Beberapa yang menarik dicermati antara lain AMMN, BRMS, ANTM, MDKA, INCO, ADRO, AADI, MEDC, dan TINS. Sementara BRPT dan TPIA juga memiliki eksposur terhadap industri hilir komoditas," ujarnya.

 

 

Bobot AMMN Terbesar dalam IDX Commodity 20

Elandry menyoroti, dalam komposisi awal IDX Commodity 20, AMMN tercatat memiliki bobot terbesar, yakni 15%. Posisi berikutnya ditempati BRMS dengan bobot 11,35% dan BRPT sebesar 10,88%. Besarnya bobot ketiga saham tersebut menunjukkan porsi yang signifikan dalam komposisi awal indeks.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan karakteristik masing-masing emiten, termasuk kinerja keuangan, prospek bisnis, dan pergerakan harga komoditas yang memengaruhi operasional perusahaan.

"Menurut saya, dampak paling nyata baru akan terlihat jika indeks ini mampu menarik fresh fund, misalnya melalui ETF atau reksa dana indeks," pungkasnya.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya