Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 31 kejadian bencana baru di berbagai wilayah Indonesia selama akhir pekan, 31 Oktober hingga 1 November 2026. Dengan penambahan tersebut, total kejadian bencana di Indonesia sepanjang 2026 mencapai 2.278 kejadian hingga Senin (2/11/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, bencana yang dilaporkan meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, cuaca ekstrem, hingga tanah longsor.
Advertisement
"Kami akan menyampaikan bahwa jumlah total bencana alam di Indonesia meningkat 31 kejadian dari 2 hari yang lalu, di mana, kami selama akhir pekan tidak hadir dan kami menyampaikan bahwa tanggal 2 November ini ada 31 kejadian baru. Sehingga total kejadian menjadi 2.278 kejadian," ujar Berton dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Berdasarkan data BNPB, tambahan kejadian tersebut terdiri dari 11 karhutla, 10 banjir, tujuh cuaca ekstrem, dan tiga tanah longsor.
Kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan
Untuk kebakaran hutan dan lahan, kejadian dilaporkan di Kabupaten Kolaka Timur sebanyak dua kejadian, Sinjai dua kejadian, serta masing-masing satu kejadian di Luwu, Parigi Moutong, Boyolali, Sidenreng Rappang, Pinrang, Kota Tual, dan Kota Parepare.
Sementara itu, 10 kejadian banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Langkat, Sragen, Trenggalek, Banyumas, Cilacap, Dairi, Tanah Datar, Tulungagung, Aceh Barat, dan Kota Bandung.
BNPB juga mencatat tujuh kejadian cuaca ekstrem di Kabupaten Nganjuk, Tapin, Magetan, Kuningan, Malang, Lampung Timur, dan Majene.
Adapun tiga kejadian tanah longsor dilaporkan terjadi di Kabupaten Simalungun, Banjarnegara, dan Malang.