Takut Pernikahan Sepi, Pengantin Pria Undang Orang Asing Lewat Internet

Tak hanya hadir, para warga internet membantu pasangan ini menyiapkan pernikahannya.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 02 November 2026, 20:30 WIB
Ilustrasi Pernikahan Nick Karvounis on Unsplash

Liputan6.com, Beijing - Sebuah undangan pernikahan biasanya dikirim kepada keluarga, teman-teman, dan orang-orang terdekat pasangan tersebut. Namun, pria berumur 24 tahun di China memutuskan untuk mengundang orang yang sama sekali tidak ia kenal di hari besarnya, dan internet memberikan tanggapan yang mengharukan.

Dikutip dari The Economic Times, Senin (2/11/2026), Xu Chenghong, yang di internet dikenal sebagai Xiao Xiao Xu, khawatir hanya sedikit kerabat yang akan hadir di pernikahannya. Ia membagikan sebuah video untuk mengundang orang-orang di media sosial agar ikut merayakan acara tersebut.

Yang terjadi berikutnya adalah berkumpulnya sekelompok orang asing yang tidak terduga. Mereka datang membawa hadiah, membantu menyiapkan makanan, dan bahkan mengatur mobil pengantin untuk pasangan tersebut.

Xu yang berasal dari Kabupaten Yiliang di Zhaotong, Provinsi Yunnan, tumbuh dengan dukungan keluarga yang terbatas. Menurut laporan, ayahnya meninggal ketika ia berusia tiga tahun dan kemudian ibunya menikah lagi. Ia dan kakak laki-lakinya harus saling mendukung satu sama lain saat mereka tumbuh dewasa.

Terlepas dari kesulitan-kesulitan ini, Xu tetap bekerja dan menabung untuk menikahi pasangannya. Namun, karena hanya sedikit kerabat yang bisa hadir, ia khawatir pernikahannya akan sepi.

Kemudian, ia memanfaatkan media sosial dengan memberikan undangan terbuka, dengan harapan orang-orang yang tidak ia kenal dapat membantu membuat hari tersebut tidak terasa terlalu sepi.

Seperti yang dijelaskan dalam video yang diunggah di internet, "Walaupun ia telah menabung lewat kerja keras untuk menikahi wanita yang ia cintai, ia tidak memiliki banyak kerabat yang bisa hadir di pernikahannya, sehingga ia mengundang warga internet."

 

Kehadiran Para Warga Internet

Ilustrasi makanan katering pernikahan. (dok. unsplash/Charanjeet Dhiman)

Tanggapan yang muncul jauh melampaui sekedar menerima undangan. Para tamu datang membawa hadiah dan perlengkapan untuk resepsi pernikahan, sementara para koki secara sukarela bersedia menyediakan makanan secara gratis. Tamu yang lain membantu mendekorasi rumah pasangan tersebut dan membawa lilin pernikahan dan bahan-bahan yang diperlukan.

Sekelompok orang yang ingin memberikan ucapan selamat juga menyiapkan armada mobil pengantin, dengan salah satu di antaranya dilaporkan menawarkan sebuah Maybach untuk pengantin pria dan wanita. Para tamu tidak hanya datang untuk menikmati makanan. Upaya mereka membantu mengubah acara yang Xu khawatirkan menjadi pertemuan kecil menjadi perayaan yang sangat berkesan.

Undangan tersebut menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian orang-orang di seluruh China. Berbagai laporan menyebutkan bahwa jumlah tamu yang hadir begitu banyak sehingga lokasinya tidak lagi cukup, dan pernikahan tersebut harus dipindahkan untuk menampung para hadirin tersebut.

Menurut laporan yang dikutip dari Hindustan Times, petugas lokal juga turut membantu mengelola kerumunan yang semakin membesar, termasuk pengaturan tentang lalu lintas dan keamanan pangan. Cerita ini menyentuh hati para pengguna media sosial, banyak di antaranya memuji para tamu yang hadir karena bersedia datang membantu seseorang yang belum pernah mereka temui.

Salah satu pengguna berkomentar, "Oke, kenapa aku menangis? Aku suka sisi kemanusiaan seperti ini."

Bagi Xu, sebuah undangan sederhana berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Ini adalah sebuah pengingat bahwa keluarga dan komunitas terkadang bisa muncul dari tempat-tempat yang tidak terduga. Pernikahannya bukan lagi sebuah hari yang dirayakan bersama dengan beberapa kerabat, tapi sebuah pesta bersama orang-orang yang memutuskan untuk hadir.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya