Harga Emas Antam Sepekan: Sempat Naik, Lalu Anjlok ke Rp 2,52 Juta

Kenaikan emas Antam pekan ini cuma sesaat. Harganya malah tersungkur ke Rp 2,52 juta per gram.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 01 November 2026, 08:45 WIB
Karyawati menunjukkan replika emas logam mulia di Butik Emas LM ANTAM, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) bergerak dinamis selama sepekan ini pada 26-31 Oktober 2026. Selama sepekan, harga emas Antam sempat menguat sebanyak dua kali, turun sebanyak tiga kali, serta stabil sekali. 

Mengawali pekan, tepatnya pada Senin, 26 Oktober 2026, harga emas Antam terpantau stabil atau stagnan. Berdasarkan laman resmi logammulia.com, harga emas Antam ditetapkan Rp 2.540.000 per gram.

Kondisi stagnan itu diikuti oleh harga buyback atau beli kembali emas Antam. Harga buyback emas Antam tetap berada di angka Rp 2.335.000 per gram.

Harga buyback merupakan nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangannya ke pihak Antam. Sementara itu, harga yang tercantum pada awal perdagangan merupakan harga patokan jual emas Antam kepada konsumen.

Kondisi stagnan ini hanya berlangsung satu hari. Selanjutnya pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026, harga emas Antam naik Rp 10.000 per gram. Harga emas Antam ditetapkan menjadi Rp 2.550.000 per gram.

Mengikuti kenaikan harga jual, harga buyback (beli kembali) emas Antam hari ini juga terpantau lebih mahal. Harga buyback emas Antam naik Rp 10.000 menjadi Rp 2.345.000 per gram.

Pada perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026, harga emas Antam kembali melonjak Rp 20.000 menjadi Rp 2.570.000 per gram. Demikian juga harga buyback (beli kembali) emas Antam hari ini ikut naik. Harga buyback emas Antam merangkak naik Rp 20.000 menjadi Rp 2.365.000 per gram.

Kemudian harga emas Antam berbalik tertekan pada Kamis, 29 Oktober 2026. Harga emas Antam turun Rp 11.000 menjadi Rp 2.559.000 per gram. Di sisi lain, penurunan juga terjadi pada harga jual kembali atau buyback emas Antam.Harga buyback turun Rp 11.000 menjadi Rp 2.354.000 per gram.

Tren Koreksi Harga Emas Antam

Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di sebuah gerai emas, Jakarta. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Tren koreksi harga emas Antam itu masih berlanjut menjelang akhir pekan. Pada Jumat, 30 Oktober 2026, harga emas Antam melemah Rp 13.000 dan bertengger di level Rp 2.546.000 per gram. Penurunan ini sejalan dengan buyback emas Antam yang juga merosot Rp 13.000. Harga buyback emas Antam ditetapkan menjadi Rp 2.341.000 per gram.

Pelemahan harga emas Antam makin dalam pada akhir pekan ini. Pada Sabtu, 31 Oktober 2026, harga emas Antam anjlok Rp 20.000 di level Rp 2.526.000 per gram. Seiring dengan harga jual, harga buyback emas Antam juga tersungkur dengan nilai penurunan yang jauh lebih besar mencapai Rp 65.000.

Harga buyback emas Antam merosot tajam menjadi Rp 2.276.000 per gram. Harga buyback merupakan nominal yang diterima oleh pemilik emas ketika menjual kembali emas batangannya ke pihak Antam.

Harga Minyak Dunia Akhir Pekan

Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% pada Jumat, 30 Oktober 2026, dan ditutup ke level tertinggi sejak akhir April. Kenaikan harga minyak ini seiring pelaku pasar bersiap menghadapi potensi ketegangan dalam perang yang melibatkan Iran setelah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS). Selain itu, sebuah serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz turut menyoroti risiko pasokan.

Mengutip CNBC, Sabtu (31/10/2026), harga minyak Brent untuk pengiriman Desember yang berakhir Jumat, ditutup naik US$ 2,76 atau 2,4% menjadi US$ 117,64 per barel. Hal ini setelah sempat menyentuh level tertinggi di US$ 118. Harga minyak untuk kontrak Januari yang lebih aktif diperdagangkan naik US$ 2,63 menjadi US$ 113,43.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat US$ 2,12 atau 2,08% menjadi US$ 104,12. Untuk periode bulan itu, harga minyak Brent mencatat kenaikan 13,6%, sementara WTI bertambah 15,2%.

"Para pedagang akan tetap fokus pada arus minyak dari Timur Tengah serta kemungkinan eskalasi oleh pasukan AS dan sekutunya," ujar Wakil Presiden Senior Bidang Perdagangan di BOK Financial, Dennis Kissler.

Pada Jumat, sebuah kapal tanker di Selat Hormuz terkena perangkat peledak yang dipasang dari sebuah perahu kecil, menurut UKMTO, layanan keamanan maritim Inggris. Belum diketahui secara pasti pihak yang bertanggung jawab atas serangan di selat tersebut, jalur laut utama bagi pasokan minyak mentah dan bahan bakar dari kawasan Teluk.

Menurut sumber-sumber maritim, ini merupakan serangan sukses pertama yang diketahui di jalur perairan tersebut dengan menggunakan limpet mine, bahan peledak yang ditempelkan pada lambung kapal dari perahu kecil sejak konflik antara AS-Israel dan Iran dimulai pada bulan Februari.

Kedutaan Besar AS di Riyadh pada Jumat menyatakan, pemerintah AS telah memerintahkan pegawai pemerintah yang tidak bertugas dalam situasi darurat beserta anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi, efektif mulai 23 Oktober.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya