Liputan6.com, Kinshasa - Jumlah korban tewas akibat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) telah melampaui 5.000 orang. Data pemerintah yang diumumkan pada Jumat menunjukkan, otoritas setempat masih belum menemukan cara untuk mengendalikan wabah paling mematikan dalam sejarah negara tersebut.
Dikutip dari Al Jazeera, Minggu (1/11/2026), sejak wabah dinyatakan pada Mei, Ebola telah menginfeksi lebih dari 10.000 orang di DRC.
Advertisement
Wabah yang masih berlangsung ini disebabkan oleh strain Bundibugyo, salah satu jenis virus Ebola yang langka. Hingga kini, belum ada pengobatan maupun vaksin yang disetujui untuk melawan strain virus tersebut.
Penyebaran virus berlangsung lebih cepat dibandingkan wabah-wabah sebelumnya. Keterlambatan dalam mendeteksi kasus, konflik, serta layanan kesehatan yang terbebani turut mempercepat penyebaran Ebola. Sejauh ini, virus tersebut telah menjangkau delapan dari 26 provinsi di DRC.
Penyebaran Ebola juga telah meluas ke negara-negara tetangga. Pekan lalu, Nigeria menjadi negara Afrika keempat yang melaporkan kasus Ebola, memperluas jangkauan wabah hingga ke Afrika Barat. Sementara itu, Kenya dan Uganda di Afrika Timur juga telah melaporkan kasus.
Wabah Ebola tahun ini tercatat sebagai yang terbesar kedua sepanjang sejarah. Posisi pertama masih ditempati epidemi pada 2014–2016 yang menginfeksi lebih dari 28.600 orang dan menewaskan lebih dari 11.000 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.
Arab Saudi Hentikan Perjalanan dari Kenya
Sejumlah pemerintah mulai membatasi perjalanan ke negara-negara yang terdampak Ebola atau mengarantina pelancong yang baru saja mengunjungi maupun transit melalui wilayah tersebut.
Pada Jumat, Arab Saudi menangguhkan perjalanan ke dan kedatangan dari Kenya, menurut kantor berita Saudi Press Agency.
Kebijakan tersebut mencakup penghentian perjalanan warga negara Arab Saudi ke Kenya serta penangguhan penerbitan seluruh jenis visa bagi pelancong dari negara tersebut.
Arab Saudi juga melarang masuk pelancong yang datang dari Kenya. Larangan ini turut berlaku bagi mereka yang transit melalui negara ketiga, tetapi pernah tinggal di Kenya atau negara lain yang terdampak Ebola dalam 21 hari sebelumnya.
Sebelumnya, pada Juni, Arab Saudi juga menangguhkan perjalanan ke dan kedatangan dari DRC, Uganda, dan Sudan Selatan.