Liputan6.com, Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatat pertumbuhan penjualan, tetapi laba turun tipis hingga September 2026.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatat penjualan tumbuh 12% menjadi Rp 101,49 triliun hingga September 2026. Pada periode sama tahun lalu, Perseroan meraup penjualan Rp 90,98 triliun.
Advertisement
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (31/10/2026), beban pokok penjualan naik 12,08% menjadi Rp 68,05 triliun hingga September 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 60,72 triliun. Dengan demikian, laba bruto naik 10,48% menjadi Rp 33,43 triliun hingga September 2026. Pada periode sama tahun lalu, laba bruto tercatat Rp 30,26 triliun.
Mengutip keterangan resmi, Perseroan meraup laba usaha tumbuh 15% menjadi Rp 20,80 triliun dari Rp 18,10 triliun. Selain itu, marjin laba usaha meningkat menjadi 20,5% dari 19,9% pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun tipis 0,19% menjadi Rp 7,87 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,88 triliun.
Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas merosot menjadi Rp 896 hingga kuartal ketiga 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 898 per saham.
Ekuitas Perseroan naik menjadi Rp 129,12 triliun hingga 30 September 2026. Pada Desember 2025, ekuitas Perseroan tercatat Rp 120,23 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 102,24 triliun hingga September 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 97,74 triliun. Aset Perseroan naik menjadi Rp 231,36 triliun hhingga September 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 217,98 triliun. Kas dan setara kas tercatat Rp 51,45 triliun hingga September 2026 dari Desember 2025 Rp 47,47 triliun.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim menuturkan, didukung dengan model bisnis yang terintegrasi secara vertical, Indofood mencatatkan kinerja yang solid selama periode sembilan bulan pertama 2026. “Untuk ke depannya, kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” kata dia.