PLN Gabungkan PLN ES dan PLN ND, Bentuk Subholding Kelima PLN Services

Pembentukan PLN Services menyatukan kompetensi dua anak usaha PLN dalam bidang operasi dan pemeliharaan untuk memperkuat keandalan layanan listrik.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 31 Oktober 2026, 12:11 WIB
Direktur Utama PLN Electricity Services Susiana Mutia (ketiga dari kanan) dan Direktur Utama PLN Nusa Daya Agung Nugroho (ketiga dari kiri) menandatangani akta penggabungan kedua perusahaan menjadi PT PLN Services di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (23/10/2026). (Sumber: PLN)

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) resmi mengonsolidasikan dua anak usahanya, PT PLN Electricity Services (PLN ES) dan PT PLN Nusa Daya (PLN ND), ke dalam satu entitas baru, PT PLN Services. Penandatanganan akta penggabungan berlangsung di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Pembentukan subholding kelima PLN Group ini merupakan bagian dari penataan portofolio bisnis sesuai arahan Presiden Republik Indonesia melalui Danantara Asset Management (DAM), dengan tujuan membangun struktur perusahaan yang lebih sederhana dan efisien sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.

Konsolidasi tersebut menyatukan dua perusahaan yang sama-sama bergerak di bidang operation and maintenance (O&M). Pengalaman, keahlian, tenaga kerja, serta jaringan operasional dari kedua entitas dihimpun untuk memperkuat kapasitas layanan. Kehadiran PLN Services diharapkan mendukung peningkatan mutu pelayanan sekaligus menjaga keandalan operasi pembangkit, transmisi, dan distribusi listrik. 

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, mengatakan pembentukan PLN Services menjadi bagian dari upaya menyatukan kekuatan bisnis O&M di lingkungan PLN Group. Melalui penggabungan tersebut, perusahaan diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya dan memperkuat perannya dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

“Ini adalah bukti implementasi nyata dari arahan yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo melalui Danantara Asset Management, di mana kami akan merampingkan BUMN-BUMN yang ada. Kami akan melakukan streamlining dengan harapan, dapat membangun organisasi yang lebih lean, lebih kokoh, dan juga efisien,” ujar Suroso, dikutip dari siaran pers, Senin (26/10/2026).

PLN Perkuat Sinergi Bisnis Operasi dan Pemeliharaan

Ia menegaskan bahwa bisnis yang sejenis disatukan, kompetensi yang ada diperkuat, dan sumber daya dioptimalkan untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar. Menurutnya, PLN ES dan PLN ND memiliki rekam jejak dan keunggulan operasional yang saling melengkapi. Pengalaman melayani berbagai wilayah Indonesia menjadi modal untuk memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan kemampuan PLN Services.

“Kedua perusahaan ini, di mana Electricity Services telah melayani 15 tahun untuk Indonesia bagian barat, Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusadaya sudah 23 tahun melayani Indonesia bagian timur, yaitu daerah Kalimantan hingga Papua, dan sistemnya sudah sungguh teruji. Masing-masing mempunyai keunggulan yang luar biasa,” imbuh Suroso.

Suroso memastikan proses penggabungan tidak disertai pemutusan hubungan kerja (PHK). Seluruh pegawai tetap beralih ke perusahaan hasil merger tanpa pengurangan status maupun hak. Adapun operasional PLN Services akan ditopang dua kelompok layanan, yakni Generation Services yang menangani operasi, pemeliharaan, perbaikan pembangkit, dan penyediaan suku cadang, serta Business Enablement Services yang menyediakan dukungan tenaga kerja, pengamanan, dan fasilitas operasional.

Kedua lini tersebut menjadi dasar pengembangan layanan untuk kebutuhan internal PLN Group maupun pasar eksternal. Sasarannya mencakup sektor industri, pembangkit listrik non-PLN, energi baru terbarukan, serta peluang bisnis di tingkat nasional dan regional. PLN Services juga akan mengembangkan pemanfaatan teknologi melalui digitalisasi, pemeliharaan prediktif, dan pengelolaan aset.

Dua Pilar Layanan dan Pengembangan Bisnis

Suroso menambahkan, integrasi kedua perusahaan menjadi bagian dari strategi PLN untuk memperkuat kompetensi, meningkatkan efisiensi, dan menyatukan layanan ketenagalistrikan dari hulu hingga hilir. Konsolidasi tersebut juga diharapkan menghasilkan nilai tambah yang dapat dirasakan oleh seluruh PLN Group.

“Ini bagian dari upaya PLN untuk terus memperkuat bisnis, mengoptimalkan kompetensi, meningkatkan efisiensi, dan membangun layanan ketenagalistrikan yang semakin terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tidak hanya sekadar menyatukan kompetensi dan layanan, penggabungan ini juga meningkatkan dan membuat suatu value creation, di mana konsolidasi ini akan menghasilkan nilai tambah yang sangat nyata di PLN Group,” kata Suroso.

Senior Director Business Performance & Asset Optimization Danantara Asset Management (DAM), Bhimo Aryanto, menjelaskan bahwa Danantara Asset Management mendorong penataan dan transformasi perusahaan milik negara. Kebijakan tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Percepatan Program Penataan BUMN dan/atau Anak Usaha BUMN. Langkah ini diarahkan untuk mempertegas fungsi setiap entitas serta menciptakan struktur bisnis yang lebih fokus.

“Merger ini adalah fondasi pertama menuju supporting O&M services PLN. Namun, di sini saya ingin menekankan satu hal sejak awal, merger bukan tujuan akhir. Merger adalah instrumen untuk menciptakan value yang lebih besar. Keberhasilan transformasi tidak diukur dari berkurangnya jumlah entitas. Itu adalah cara, itu adalah metode dari kalkulasi yang hati-hati, yang diharapkan PLN bisa sustain. Karena PLN ini, kita paham, dituntut bukan hanya profitability, tapi reliability,” ujar Bhimo.

Danantara Asset Management Dorong Penataan Struktur BUMN

Bhimo memaparkan empat sasaran utama dalam program penataan BUMN dan anak usaha.

Pertama, simplifikasi struktur korporasi untuk mengurangi duplikasi fungsi, proses bisnis, dan struktur organisasi lebih efisien.

Kedua, meningkatkan efisiensi operasional melalui optimalisasi biaya, utilisasi sumber daya, serta standardisasi proses, sistem, dan tata kelola.

Ketiga, meningkatkan daya saing melalui skala ekonomi yang lebih besar serta penerapan standar profesional dan komersial yang lebih kompetitif.

Keempat, mengoptimalkan alokasi modal dengan memprioritaskan investasi bernilai tinggi, menghindari belanja modal yang tumpang tindih, serta memastikan setiap investasi memiliki dasar kelayakan dan hasil yang sepadan dengan risikonya.

“Reformasi BUMN harus memberikan manfaat yang melampaui perusahaan itu sendiri," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa melalui streamlining yang tepat, disiplin alokasi modal, dan penciptaan nilai yang berkelanjutan dapat membangun ekosistem BUMN yang lebih kuat.

"Kita ingin membangun ekosistem BUMN yang lebih kuat, yang lebih solid, yang tidak hanya mengelola aset negara, tetapi mengoptimalkan aset tersebut untuk menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang untuk Indonesia,” terangnya.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya