Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggodo menelusuri aliran Kali Angke di wilayah Tangerang untuk mencari tahu penyebab banjir yang kerap terjadi di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan saat musim hujan.
Dalam peninjauan tersebut, Doddy menemukan persoalan pendangkalan dan penyempitan aliran Kali Angke. Berdasarkan hasil peninjauan dan informasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), pendangkalan terjadi akibat sedimentasi. Sementara itu, penyempitan badan sungai menyebabkan kapasitas tampung air berkurang.
Advertisement
"Saya hari ini hadir, datang, ingin melihat dengan mata kepala sendiri masalahnya apa. Karena saya sudah dapat informasi dari Balai Besar, dari teman-teman balai. Jadi masalah di sungai ini adalah satu pendangkalan, yang kedua ada masalah penyempitan," kata Doddy usai kegiatan susur sungai di Tangerang, Jumat (30/10/2026).
Doddy menilai penanganan Kali Angke tidak cukup hanya melalui pengerukan atau normalisasi untuk mengatasi pendangkalan. Pemerintah juga perlu melebarkan bagian sungai yang mengalami penyempitan agar kapasitas aliran air dapat dikembalikan mendekati kondisi semula.
Menurut dia, persoalan penyempitan tersebut cukup serius dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sebab, kondisi itu berpotensi semakin mengurangi daya tampung sungai, terutama ketika debit air meningkat pada musim hujan.
"Jadi ada dua hal, pendangkalan kita mesti lakukan normalisasi, kemudian penyempitannya juga mesti kita perlebar, kita kembalikan kepada kapasitas semula," ujarnya.
Normalisasi Sungai
Rencana pekerjaan normalisasi yang telah disiapkan jajaran BBWS dan ditargetkan selesai pada Desember diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama. Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, Doddy meminta agar penanganan tidak hanya berfokus pada pengerukan, tetapi juga mencakup persoalan penyempitan sungai.
Menurut dia, pembangunan turap atau sheet pile tanpa disertai upaya mengembalikan kapasitas sungai tidak akan efektif mengurangi risiko banjir.
"Kalau tidak, nanti sungai itu makin menyempit, makin menyempit. Jadi seberapa tinggi pun sheet pile atau tanggul yang kita bikin tidak akan menang," katanya.
Berdasarkan hasil peninjauan, pekerjaan normalisasi dan penanganan penyempitan tersebut diperkirakan mencakup bentang sekitar 3,5 kilometer.
"Kementerian PU bersama pemerintah daerah akan membahas langkah teknis dan pelaksanaan pekerjaan agar penanganannya dapat dilakukan secara terpadu," katanya.