Liputan6.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Gary Neville, melontarkan kritik keras terhadap keluarga Glazer yang masih menjadi pemilik mayoritas klub berjuluk Setan Merah tersebut. Dia mendesak keluarga asal Amerika Serikat itu segera menjual seluruh kepemilikan mereka setelah Manchester United terus mengalami kemunduran.
Menurut Neville, sudah waktunya keluarga Glazer meninggalkan Old Trafford. Dia menilai persoalan Manchester United tidak bisa hanya diselesaikan dengan mengganti pelatih, tetapi membutuhkan perubahan mendasar dalam pengelolaan klub.
Advertisement
Desakan mantan kapten Manchester United itu muncul ketika performa tim tengah menjadi sorotan. Setan Merah mengalami awal musim yang mengecewakan di Premier League 2026/2027, sehingga tekanan terhadap manajemen dan pelatih Michael Carrick semakin meningkat.
Berbicara dalam siniar The Overlap, Neville menegaskan bahwa keluarga Glazer harus mengambil langkah besar demi masa depan klub.
"Keluarga Glazer harus menjual klub. Mereka harus menjualnya sekarang. Waktunya sudah tiba," ujar Neville, seperti dikutip dari Tribal Football.
Neville juga menyoroti keputusan keluarga Glazer yang menyerahkan pengelolaan sektor sepak bola kepada INEOS, kelompok usaha milik Sir Jim Ratcliffe. Menurutnya, perubahan tersebut belum mampu membawa Manchester United keluar dari periode sulit.
"INEOS mencoba mengelola departemen sepak bola dan telah mengalami kesulitan selama tiga tahun. Sekarang, situasinya terlihat kembali sulit," kata Neville.
Gary Neville Soroti Utang dan Rencana Stadion Baru Manchester United
Selain performa di lapangan, Neville menyoroti persoalan finansial dan minimnya investasi infrastruktur yang menurutnya menjadi bagian dari masalah Manchester United.
Dia mempertanyakan kondisi keuangan klub yang masih dibebani utang, sementara rencana pembangunan stadion baru membutuhkan pendanaan dalam jumlah sangat besar.
Neville menyebut Manchester United berencana mencari pinjaman hingga 2 miliar poundsterling untuk mendukung pembangunan stadion. Namun, dia mempertanyakan bagaimana klub akan memperoleh pendanaan tersebut di tengah kondisi keuangan yang ada.
"Klub ini memiliki utang, Anda belum mengeluarkan uang untuk stadion, dan sekarang mencoba meminjam 2 miliar poundsterling untuk membangun stadion tanpa mengetahui bagaimana cara mendapatkan pinjaman tersebut," ucap Neville.
Bagi Neville, persoalan ini menunjukkan bahwa Manchester United membutuhkan perubahan dalam cara klub dikelola, terutama terkait tanggung jawab pemilik terhadap masa depan tim.