Liputan6.com, Jakarta - Kuku yang mudah patah, mengelupas, atau terlihat tidak sehat tidak selalu disebabkan oleh kurangnya perawatan. Sejumlah kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang kali justru dapat merusak lapisan kuku tanpa disadari. Mulai dari menggunakan kuku untuk membuka kemasan hingga terlalu sering menggigitnya, aktivitas tersebut dapat memengaruhi kekuatan kuku dan membuatnya lebih rentan mengalami kerusakan.
Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan adalah menjadikan kuku sebagai pengganti alat bantu. Membuka kaleng, mengelupas stiker, atau menggaruk permukaan benda dapat memberikan tekanan pada ujung kuku sehingga membuatnya pecah dan terbelah. Untuk mengatasi hal ini, bantalan jari dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan tersebut serta sarung tangan ketika membersihkan rumah atau berkebun.
Advertisement
Menggigit kuku juga dapat melemahkan strukturnya dan menyebabkan pertumbuhan tidak merata. Kebiasaan ini bahkan berisiko membawa bakteri ke dalam tubuh dan memicu infeksi. Mengalihkan perhatian dengan menggunakan benda seperti fidget toy dapat membantu mengurangi dorongan untuk menggigit kuku.
Kebiasaan menggigit kuku dalam jangka panjang dapat mengganggu area tempat kuku tumbuh. Dampaknya tidak hanya terlihat dari ujung kuku yang rusak, tetapi juga dapat berupa tonjolan dan garis pada permukaannya. Kebiasaan menggigit atau mengorek kulit di sekitar kuku pun berpotensi menyebabkan luka, melansir Health Digest, Jumat, 30 Oktober 2026.
Paparan air menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Kuku memiliki sifat berpori sehingga dapat menyerap air dan mengembang ketika terendam terlalu lama. Perubahan ukuran tersebut dapat membuat lapisan kuku lebih rentan terkelupas, terutama ketika terjadi berulang kali saat mencuci piring atau mandi.
Kesalahan Saat Manicure yang Membuat Kuteks Cepat Rusak
Proses manicure tidak hanya menentukan tampilan kuku, tetapi juga berpengaruh terhadap ketahanan cat dan kondisi permukaannya. Persiapan kuku dilakukan dengan benar, termasuk merapikan kutikula secara lembut dan menggunakan base coat sebelum mengaplikasikan warna. Lapisan dasar membantu cat kuku menempel lebih baik sehingga hasil manicure dapat bertahan lebih lama.
Kebiasaan merendam kuku sebelum manicure juga perlu diperhatikan. Kuku yang menyerap air akan mengembang, kemudian kembali ke ukuran semula setelah mengering. Perubahan tersebut dapat membuat cat kuku lebih cepat terkelupas karena lapisan polish tidak mengalami perubahan ukuran yang sama. Ia merekomendasikan waterless manicure sebagai alternatif.
Ketebalan cat sebaiknya berjumlah dua lapisan tipis dibandingkan satu lapisan tebal. Cat yang terlalu tebal membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering, sedangkan lapisan tipis dapat memberikan hasil yang lebih merata dan tahan lama.
Jangan Mengelupas Gel Polish atau Terlalu Lama Memakainya
Gel manicure membutuhkan perhatian khusus karena lapisan yang mulai terangkat dapat merusak permukaan kuku. Oleh karena itu, gel polish sebaiknya dilepas sebelum bagian tepinya mulai terkelupas. Ia menyebut rentang dua hingga tiga minggu sebagai waktu yang umumnya perlu diperhatikan untuk jadwal perawatan berikutnya.
Kebiasaan menarik atau mengelupas cat kuku menggunakan jari maupun gigi juga sebaiknya dihentikan. Tindakan tersebut dapat ikut mengangkat lapisan teratas kuku yang kaya keratin sehingga membuatnya lebih lemah.
Penggunaan kuku palsu berbahan gel atau akrilik secara terus-menerus tanpa jeda juga dapat membuat kuku alami lebih rapuh. Produk tersebut umumnya tetap aman jika dilepas dengan benar dan pengguna memberi waktu istirahat bagi kuku. Saat kembali merawat kuku alami, potong sesuai panjang yang nyaman dan gunakan kikir dengan satu arah untuk mengurangi risiko kuku terbelah.
Jaga Kelembapan dan Perhatikan Kondisi Kuku
Kuku membutuhkan kelembapan agar tidak mudah kering dan patah. Gunakan minyak kutikula setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu untuk membantu menjaga kondisi kuku sekaligus mencegah munculnya kulit yang terkelupas di sekitar ujung jari. Pelembap tangan juga dapat digunakan secara rutin, terutama setelah mencuci tangan.
Kebiasaan sehat lainnya dapat dilakukan dengan mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer secara berlebihan sebagai faktor yang dapat mengurangi kelembapan kuku. Penggunaan penghapus kuteks berbahan aseton juga perlu dibatasi karena dapat membuat kuku dan kulit di sekitarnya kering.
Kondisi kuku turut berkaitan dengan asupan nutrisi. Nutrisi seperti biotin, zat besi, vitamin B, magnesium, dan protein berperan dalam pertumbuhan serta kekuatan kuku.