Liputan6.com, Jakarta - Informasi terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) kembali menjadi sasaran hoaks. Hoaks ini marak menyebar di media sosial (medsos).
Lalu apa saja hoaks terkait Kopdes? Simak daftar dan faktanya berikut ini:
Advertisement
1. Cek Fakta: Klarifikasi BPJS Dihapus dan Diganti Klinik Kesehatan Kopdes
Cek Fakta Liputan6.com mendapati postingan berisi klaim BPJS dihapus dan akan diganti klinik kesehatan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 27 Oktober 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Breaking News:
BPJS Mau Coba Di Otak Atik, Dihapus Ganti Klinik Kesehatan Kopdes"
Unggahan disertai keterangan sebagai berikut:
"Tugas Berat Bagi Pemimpin Selanjutnya, Karena Harus Menata Ulang Program Yang Sudah Amburadul"
Lalu benarkah postingan berisi klaim BPJS dihapus dan akan diganti klinik kesehatan Kopdes? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
2. Cek Fakta: Hoaks Mendes PDT Marah karena Orang Desa Belanja di Toko Kecil Ketimbang Kopdes
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Mendes PDT Yandri Susanto marah karena warga desa belanja di toko kecil ketimbang Kopdes. Postingan itu beredar sejak akhir pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook pada 11 Oktober 2026. Dalam unggahannya terdapat foto Mendes Yandri dengan narasi:
"Orang desa itu maunya apa sudah di bilang belanja di koprasi kok masih di toko kecil. Orang desa itu harus nurut."
Akun itu menambahkan narasi:
"Ohhhh tidak bisa!!! Mending beli ke warung kecil bantu usahanya,
buat bertahan hidup daripada di kopdes yang Korupsi"
Lalu benarkah postingan Mendes PDT Yandri Susanto marah karena warga desa belanja toko kecil ketimbang Kopdes? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
3. Cek Fakta: Hoaks Presiden Prabowo Minta Warung di Desa Ditutup Agar Masyarakat Belanja di Kopdes
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Presiden Prabowo meminta warung di desa ditutup agar masyarakat belanja di Koperasi Desa (Kopdes). Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook pada 14 September 2026. Dalam unggahannya terdapat foto Presiden Prabowo dengan narasi:
"Prabowo sebut "kalau bisa seluruh warung yg ada di desa dan daerah tutup saja biar mereka belanja di kopdes toh warung ga ada untungnya buat negara"
Akun itu menambahkan narasi:
"Gak bisa pak..warung rakyat tidak boleh tutup cuma gara gara ada Kopdes...
Bersainglah secara sehat, sama sama cari rezeki. .. Jangan pula nanti kalian pakai jasa Satpol PP untuk memaksa tutup warung... Kurang ajar itu namanya jika itu terjadi"
Lalu benarkah postingan Presiden Prabowo meminta warung di desa ditutup agar masyarakat belanja di Koperasi Desa (Kopdes)? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.