Cara Kepala BGN Cegah Monopoli Bahan Pangan untuk MBG

Kepala BGN akan membangun marketplace khusus program Makan Bergizi Gratis (MBG).

oleh Tisha Maulida FazriahDiterbitkan 29 Oktober 2026, 17:51 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyoroti tiga masalah utama dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). (Liputan6.com/Tisha Maulida Fazriah)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membangun kolaborasi lintas kementerian untuk mencegah monopoli harga bahan pangan melalui marketplace khusus program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sudaryono menyebut marketplace tersebut akan diberi nama Loka MBG dan dikembangkan melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SipLah) yang dikelola Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Nah, kami ingin membangun marketplace MBG, maka kami namakan Loka MBG,” kata Sudaryono dalam paparannya di Usmar Ismail Hall, Kamis (29/10/2026).

Sudaryono menjelaskan, SipLah merupakan sistem informasi pengadaan barang dan jasa untuk kebutuhan pendidikan di Kemendikdasmen, seperti alat tulis kantor dan berbagai perlengkapan sekolah.

Sudaryono mengatakan, pihak yang dapat bergabung dalam marketplace Loka MBG akan dibatasi. Platform tersebut ditujukan bagi asosiasi dan koperasi peternak serta petani agar mereka dapat menjual hasil produksinya secara langsung dengan harga acuan pemerintah.

“Siapa yang masuk ke dalam marketplace ini adalah asosiasi dan koperasi peternak dan petaninya, jadi asosiasinya langsung dijual dengan harga acuan pemerintah,” jelas Sudaryono.

Menurut Sudaryono, mekanisme tersebut diharapkan dapat mencegah praktik monopoli bahan baku. Dengan demikian, kebutuhan MBG dapat dipenuhi melalui harga yang mengacu pada ketentuan pemerintah.

“Sehingga kita MBG ini menjadi emerging market yang kemudian bisa mendistorsi inflasi, harga dan pasokan pangan di rakyat, sehingga kita betul-betul bisa melindungi konsumen dan kita ikut berperan untuk kemudian mendukung produsen peternak dan petani kita, sehingga barang-barang yang dihasilkan itu dibeli dengan harga yang wajar,” terang Sudaryono.

 

Tujuh Komoditas Prioritas

Sudaryono menyebut ada tujuh komoditas yang akan menjadi prioritas pada November hingga Desember mendatang. Komoditas tersebut meliputi beras, minyak, daging ayam, daging sapi dan kerbau, telur, ikan, serta susu.

“Insyaallah di November kami soft launching, di Desember akan grand launching. 7 hal, yakni beras dan minyak (tidak boleh Beras Kita dan Minyak Kita), kemudian ada daging ayam, sapi, dan kerbau, lalu telur, ikan, dan susu. 7 ini dulu,” terang Sudaryono.

Ia menilai komoditas tersebut memerlukan penanganan khusus karena berpengaruh terhadap inflasi, ketersediaan, dan harga pangan. Karena itu, peluncuran Loka MBG akan dilakukan di sejumlah sentra.

“Ini insyaallah ya, besok kita tanda tangan dengan Pak Menteri Dikdasmen, kemudian nanti di November kami soft launching, Desember di sentra-sentra. Sehingga Pak Mendag, Bapak bisa kontrol kami,” tandas Sudaryono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya