Sherina Munaf Soroti Isu Layoff dalam Filosofi Teras, Berharap Kondisi Lebih Baik

Sherina Munaf membahas isu layoff yang dialami Nea dalam film Filosofi Teras, drama keluarga tentang beban hidup dan perjuangan generasi sandwich.

oleh Febi Anindya KiranaDiterbitkan 28 Oktober 2026, 18:00 WIB
Sherina Munaf. (Foto: Instagram/@sherinamunaf)

Liputan6.com, Jakarta - Sherina Munaf membintangi film drama keluarga Filosofi Teras yang mengangkat perjuangan generasi sandwich menghadapi berbagai tekanan hidup. MD Pictures merilis poster terbaru film tersebut di MD Place Tower, Jakarta, Selasa (27/10). Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 24 Desember 2026.

Sherina memerankan Nea, anak tengah yang menanggung ekonomi keluarga sejak sang ayah meninggal. Dalam sesi tanya jawab, ia ditanya soal ketakutan Nea terhadap layoff yang terlihat di trailer, serta kaitannya dengan banyaknya pekerja yang kini kehilangan pekerjaan.

 


Nea Dihantui Ancaman Layoff

Sherina Munaf, mengangkat mic dalam konferensi pers official poster & soundtrack film Filosofi Teras di kawasan Jakarta pada, (27/10/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Sherina enggan membocorkan alur cerita, tetapi membenarkan bahwa ancaman kehilangan pekerjaan menjadi salah satu situasi yang dihadapi Nea.

"Jadi memang kita melihat perjalanannya Nea itu menghadapi berbagai macam tantangan, guncangan di dalam hidupnya," ujar Sherina Munaf.

Soal kondisi di dunia nyata, Sherina menilai memprihatinkan karena banyak masyarakat brilian berijazah bagus ikut terdampak. Ia berharap keadaan bisa membaik jika semua pihak terus membuka diskusi.

"Dan hopefully dengan kita terus bersuara, kita terus merespons dan kita terus membuka diskusi ini, hopefully bisa ada sesuatu yang mengubah semuanya jadi lebih baik," ungkapnya.


Rasa Simpati untuk yang Terdampak

Sherina Munaf, mengangkat mic dalam konferensi pers official poster & soundtrack film Filosofi Teras di kawasan Jakarta pada, (27/10/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Sherina juga menyampaikan simpati kepada hadirin yang mungkin merasakan keresahan serupa. Ia mengaku tidak berada di posisi tersebut, tetapi ingin menunjukkan empatinya.

"I'm so sorry kalau ada teman-teman di sini yang juga memiliki keresahan itu dan bahkan sudah mengalami layoff," tuturnya.

"Saya juga enggak tahu harus bicara apa karena saya tidak di posisi itu, tetapi saya merasakan dan saya ingin extend my apa ya, rasa simpati saya," lanjutnya.

Sementara itu, sutradara Affandi Abdul Rachman berharap penonton bisa menemukan sedikit ketenangan lewat cerita para tokohnya.

"Di balik setiap pintu, ada cerita. Di balik setiap manusia, ada pergulatan. Dan di tengah semuanya, kita hanya ingin menemukan sedikit ketenangan," kata Affandi Abdul Rachman.

Lewat film ini, nilai-nilai stoik dikemas dalam kisah pahit-manis generasi sandwich dan masyarakat urban. Penulis buku Filosofi Teras, Henry Manampiring, menilai film ini bisa dinikmati siapa saja.

"Setelah menontonnya, menurut saya film ini bisa dinikmati oleh mereka ya bahkan tidak baca buku Filosofi Teras," ungkap Henry Manampiring.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya