Raih Pendanaa Rp 56 Triliun, Zankore dan Nvidia Siap Bangun Pusat Data di Indonesia

Guna memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Asia Tenggara, Zankore bangun AI Factory di Indonesia.

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 28 Oktober 2026, 17:06 WIB
CEO NVIDIA Jensen Huang di acara Indonesia AI Day 2024. Liputan6.com/Agustin Setyo Wardani

Liputan6.com, Jakarta - Zankore, penyedia infrastruktur AI asal Indonesia yang didukung operator telekomunikasi Indosat, resmi mengamankan fasilitas pinjaman berjangka senilai USD 3,1 miliar (sekitar Rp 56 triliunan).

Pendanaan yang didukung konsorsium bank global ini akan digunakan untuk membeli unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia, sekaligus mencatatkan rekor sebagai salah satu pembiayaan perangkat keras AI terbesar di Asia.

Diwartakan Finance Biggo, Rabu (28/10/2026), fasilitas ini dijadwalkan beroperasi dengan kapasitas 100 megawatt (MW), sebelum nantinya ditingkatkan hingga 1 gigawatt (GW).

Pusat data tersebut dirancang untuk melayani konsumen cloud AI di seluruh Indonesia hingga kawasan Asia Tenggara.

Nvidia Bantu Yakinkan Perbankan

Sektor perbankan di Asia sebelumnya cenderung berhati-hati dalam membiayai pembelian chip AI secara langsung. Hal ini karena penurunan nilai aset GPU yang cepat serta risiko geopolitik perdagangan teknologi Amerika Serikat (AS)-Tiongkok.

Guna mengatasi kendala tersebut, Nvidia turun tangan melengkapi kesepakatan dengan kerangka kerja bagi hasil dan dukungan kredit.

Skema ini memberikan kepastian bagi bank penjamin emisi sekaligus menjamin ketersediaan komputasi bagi perusahaan skala besar hingga UMKM.

"Nvidia membantu kami menjadikan proyek ini layak mendapat pembiayaan" ujar Vikram Sinha, pimpinan Zankore.

Bagi Nvidia, mendukung skema pembiayaan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas penetrasi pasar GPU di luar Amerika Utara, sekaligus memperkuat saluran distribusi cloud di Asia Tenggara.

Kolaborasi Raksasa Telekomunikasi

Zankore disokong pemegang saham operator telekomunikasi terkemuka, termasuk PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (operator seluler terbesar kedua di Indonesia) bersama Ooredoo Group dan Nokia Corporation.

Platform tersebut resmi diluncurkan pada 6 Agustus dengan target kapasitas Nvidia DSX AI Factory hingga 1 GW, di mana sekitar 200 MW ditargetkan selesai pada paruh pertama 2027.

Langkah ini memperkuat posisi Indonesia yang tengah mengalami lonjakan permintaan pusat data untuk mendukung pertumbuhan ekosistem AI nasional, dengan tetap mematuhi regulasi tata kelola data elektronik di Indonesia serta aturan ekspor teknologi dari AS.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya