Kylian Mbappe Tersandung Masalah Besar di China, Kena Boikot Habis-Habisan

Mbappe diboikot di China pada akhir Oktober 2026 ini. Pemuda Prancis itu sampai meminta maaf terbuka lewat media sosial.

oleh ThomasDiterbitkan 28 Oktober 2026, 13:00 WIB
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, mencetak hattrick ke gawang Real Sociedad dalam laga tunda jornada pertama La Liga Spanyol 2026/2027 di Santiago Bernabeu, Kamis (27/8/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Nasib apes menimpa penyerang Real Madrid Kylian Mbappe pada penghujung Oktober 2026. Pemuda Prancis itu kena boikot habis-habisan di China gara-gara komentarnya soal meme yang viral di media sosial.

Masalah menimpa Mbappe setelah ia menjawab pertanyaan dari acara talk show The Bridge soal meme favorit soal dirinya yang beredar di media sosial. Eks pemain AS Monaco itu memilih meme editan wajah dirinya dengan tubuh Mao Zedong.

Celakanya Mbappe salah ngomong. Saat itu Mbappe menjawab: "Seseorang—kurasa dia seorang diktator China."

Ucapan spontan ini kemudian menjadi masalah besar. Masyarakat Negeri Tirai Bambu marah besar karena mereka menganggap Mao Zedong sebagai sosok yang dihormati selaku pendiri Republik Rakyat China. Sedangkan Mbappe malah menyebut Mao Zedong sebagai seorang diktator.

Boikot besar-besaran langsung menimpa Mbappe. Eks pemain Paris Saint Germain itu diputus kontrak oleh tiga perusahaan China yang menjadikannya bintang iklan. Dongpeng, Mengniu hingga Milkground memilih mengakhiri kerjasama dengan Mbappe.


Kerugian Besar Mbappe

Penyerang Real Madrid asal Prancis, Kylian Mbappe, memberi isyarat saat laga La Liga melawan Athletic Bilbao di San Mames, Bilbao, 3 Desember 2025. (ANDER GILLENEA / AFP)

Siaran LaLiga di China yang melibatkan Mbappe juga dihentikan. Dengan demkian pertandingan Real Madrid tidka akan ditayangkan di tv nasional China, CCTV, mulai 26 Oktober 2026.

Dua game sepak bola, EA FC dan eFootball juga mengambil tindakan menghapus konten Mbappe di game mereka khusus untuk wilayah China. Pemain game di China tidak akan bisa memainkan Mbappe lagi di EA FC dan eFootball.

Produsen peralatan olahraga On yang baru saja mendaulat Mbappe sebagai brand ambassador juga terpaksa mengambil tindakan. Konten Mbappe di media sosial On khusus wilayah China dihapus.


Mbappe Sudah Minta Maaf

Mbappe buru-buru meredakan ketegangan dan aksi boikot di China dengan meminta maaf lewat media sosial.

"Komentar saya kurang bijaksana, dan kini saya memahami bahwa komentar tersebut telah melukai banyak orang di Tiongkok serta komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Saya memohon maaf kepada siapa pun yang merasa tersinggung oleh kata-kata saya. Sama sekali bukan niat saya untuk melakukan itu. Saya sangat menghormati masyarakat Tiongkok beserta sejarahnya, dan saya memohon maaf dengan tulus," tulis Mbappe.

Presiden LaLiga Javier Tebas juga buka suara dan meminta maaf atas kelakuan Mbappe.

Namun permintaan maaf tersebut tampaknya belum memberikan dampak meredanya boikot di China. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun turut berkomentar.

"Kami telah mencermati laporan-laporan tersebut. Segala retorika atau tindakan yang melukai perasaan rakyat China tentu akan ditolak oleh berbagai sektor di China," ujar Guo Jiakun.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya