Staf Ahli Kepresidenan Dorong Kentang Lokal Garut Kurangi Ketergantungan Impor

Pengembangan benih kentang di dataran tinggi Garut diarahkan untuk menopang program ketahanan pangan nasional.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 27 Oktober 2025, 20:04 WIB
Staf Ahli Kepresidenan Joko Purwanto (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Staf Ahli Kepresidenan Joko Purwanto melakukan kunjungan kerja dan peninjauan lapangan ke Pusat Pembibitan Kentang Lokal di Kampung Patrol, Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (27/10).

Peninjauan tersebut bertujuan mengevaluasi pengembangan komoditas kentang varietas Chitra, yakni varietas unggulan lokal yang diproyeksikan menjadi bahan baku utama industri pengolahan makanan, seperti keripik kentang.

Joko menyampaikan apresiasi terhadap pengembangan varietas Chitra. Ia menegaskan pentingnya memperluas program budi daya tersebut ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

"Menurut saya kajian ini bisa dikembangkan secara baik, agar pengembangan ini bisa berjalan dan sebarannya bisa mencakup beberapa wilayah. Saya sangat antusias dan memberikan apresiasi yang tinggi," kata Joko.

Kegiatan peninjauan lapangan ini turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain advokat, perwakilan Kejaksaan Agung, tokoh masyarakat setempat, serta pengusaha di sektor kuliner dan restoran.

Pengembangan benih kentang varietas Chitra di dataran tinggi Garut diarahkan untuk menopang program ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan industri dalam negeri terhadap impor benih dan bahan baku kentang olahan.

Ismail, mitra kerja produsen makanan, mencatat bahwa permintaan produk kentang olahan di pasar domestik terus meningkat setiap tahun.

"Kentang itu makin banyak digemari. Indikasinya jelas, kebutuhan olahan kentang seperti french fries terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan konsumsi produk olahan ini membuktikan pasarnya sangat terbuka lebar," ujar Ismail.

Melalui penguatan sentra pembibitan di Karangtengah, program ini diharapkan dapat menjamin stabilitas pasokan benih bermutu bagi petani, menekan angka impor, serta membuka peluang kemitraan investasi guna memperkuat sektor pertanian nasional.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya