IHSG Anjlok 3% ke 5.210 Jelang Penutupan, Ini Kata Analis

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur jelang penutupan perdagangan saham Selasa, (27/10/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 27 Oktober 2026, 15:15 WIB
Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham sesi kedua menjelang satu jam penutupan perdagangan saham Selasa, (27/10/2026). IHSG hari ini meninggalkan posisi 5.300.

Berdasarkan data RTI, saat dipantau pukul 15.02 WIB, IHSG anjlok 3,03% menjadi 5.210. Indeks saham LQ45 tergelincir 3,06% menjadi 525. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penurunan IHSG, dilihat dari sisi teknikal, dalam jangka pendek koreksi IHSG ini sudah mencapai target koreksi yang disampaikan. Sedangkan sentimen lain, nilai tukar Rupiah masih terdepresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan juga pasar menanti FOMC Meeting.

"Dari pasar sendiri, nampak emiten-emiten mid-small caps terpantau hampir auto rejection bawah/ARB dengan pergerakan emiten bank bigcaps yang mayoritas terkoreksi,”ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Pada sesi kedua perdagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 5.418,13 dan level terendah 5.203,81. Sebanyak 642 saham melemah sehingga bebani IHSG. 86 saham menguat dan 61 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.576.731 kali dengan volume perdagangan saham 26,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.143.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham basic melemah 3,84%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham infrastruktur merosot 3,83%, sektor saham energi susut 3,67%, sektor saham industri melemah 0,29%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 1,38%, sektor saham consumer siklikal susut 2,76%. Kemudian sektor saham kesehatan turun 1,6%, sektor saham keuangan merosot 2%, sektor saham properti merosot 2,145. Lalu sektor saham teknologi turun 3,1% dan sektor saham transportasi melemah 2,73%.

 

Gerak Saham

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga saham WIFI anjlok 6,73% menjadi Rp 970 per saham. Harga saham WIFI dibuka stagnan di Rp 1.040 per saham. Saham WIFI berada di level tertinggi Rp 1.045 dan terendah Rp 970 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 8.343 kali dengan volume perdagangan saham 624.429 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 61,8 miliar.

Harga saham BIPI melemah 6,52% menjadi Rp 86 per saham. Saham BIPI dibuka stagnan di Rp 92 per saham. Harga saham BIPI berada di level tertinggi Rp 95 dan terendah Rp 86 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 7.282 kali dengan volume perdagangan saham 3.019.520 saham. Nilai transaksi harian Rp 26,8 miliar.

Saham KETR melemah 6,84% menjadi Rp 545 per saham. Harga saham KETR dibuka turun 10 poin menjadi Rp 575 per saham. Saham KETR berada di level tertinggi Rp 585 dan terendah Rp 545 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.320 kali dengan volume perdagangan saham 617.396 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 34 miliar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya