Danantara Jadikan Koperasi Merah Putih Pusat Distribusi Barang Subsidi

Gandeng Pertamina dan Pupuk Indonesia, Danantara jadikan Koperasi Merah Putih pusat distribusi LPG hingga pupuk bersubsidi langsung ke desa.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 27 Oktober 2026, 15:45 WIB
COO Danantara Dony Oskaria

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus mempererat sinergi antar-BUMN untuk menyokong program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah strategis ini difokuskan untuk memperluas akses warga terhadap pasokan kebutuhan pokok serta barang bersubsidi.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran utama bagi seluruh komoditas bersubsidi pemerintah.

"Visi Presiden itu sentral distribusi untuk setiap yang namanya bersubsidi itu lewat Kopdes. Artinya, data itu akan ada di Kopdes itu nanti," ujar Dony Oskaria dikutip Antara, Selasa (27/10/2026).

Melalui skema ini, jaringan koperasi di tingkat desa dan kelurahan akan berperan sebagai titik penyaluran utama kebutuhan masyarakat. Keandalan operasionalnya disokong penuh oleh ketersediaan pasokan serta armada distribusi milik BUMN.

Komitmen tersebut diwujudkan lewat kolaborasi konkret antara PT Pertamina Patra Niaga dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) dalam membangun ekosistem distribusi energi dan pangan yang solid berbasis KDKMP. Berbagai pasokan penting, seperti LPG bersubsidi, MinyaKita, hingga pupuk, didorong agar tersalurkan secara konsisten sesuai kebutuhan warga lokal.

Dukungan di Lapangan

Koperasi Merah Putih. (merdeka.com/ Arie Basuki)

Guna memastikan penyaluran berjalan mulus, Dony telah menggelar rapat koordinasi khusus bersama jajaran direksi PT Pertamina Patra Niaga dan PIHC.

"Kita suplai karena dampaknya untuk masyarakat benar-benar langsung. Jadi manfaat koperasinya benar-benar nyata. Jadi sudah berjalan terus,” kata Dony.

Dukungan di lapangan sudah mulai terealisasi. Saat ini, pasokan pupuk didistribusikan dengan volume pesanan rata-rata 4 hingga 5 ton untuk tiap koperasi. Sementara itu, penyaluran LPG disesuaikan secara dinamis dengan tingkat kebutuhan tiap wilayah agar pasokan tetap aman dan mudah dijangkau warga.

Ke depan, BP BUMN dan Danantara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kolaborasi ini agar program KDKMP berjalan optimal dan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan tak sekadar memperkuat jalur distribusi barang pokok bersubsidi, tetapi juga mendongkrak peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperluas pemerataan hasil pembangunan nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya